OJK Temukan Ketidakwajaran Data Debitur Budimas Pundimas

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Rabu, 1 Februari 2023 | 21:29 WIB
Data OJK
Data OJK

f. Pada Bulan April 2020, dilakukan buka tutup rekening sehingga jumlah hari tunggakan membaik dan terjadi perubahan jangka waktu kredit modal kerja dari 1 tahun menjadi 12 tahun.

g. Setelah buka tutup rekening, untuk rekening baru nilai bulan laporan (nilai wajar) menjadi tidak sama dengan nilai nominalnya dengan nilai yang naik turun.

h. Berdasarkan data LBU, mulai posisi Bulan November 2020, nilai jumlah bulan lalu tidak terlapor (kosong).

i. Untuk kredit investasi sebesar Rp 20 Milyar merupakan kredit angsuran tapi plafonnya tidak dilaporkan menurun.

j. Berdasarkan data SLIK, kredit investasi tunggakan pokok hanya muncul Bulan Januari s/d Maret 2020, setelah itu tunggakan pokok hilang walaupun debitur tidak pernah membayar pinjaman.

k. Nilai pembentukan CKPN (Cadangan Kerugian Nilai Kredit) selalu berubah naik turun dalam jumlah yang signifikan walaupun kualitas kredit dan nominal tidak berubah. Selain itu pelaporan CKPN juga selalu berubah dari CKPN individual menjadi CKPN kolektif dan sebaliknya.

Namun hasil konfirmasi OJK NTT dengan Bank NTT (seperti tertera dalam kolom tanggapan, red), pihak Bank NTT memberikan tanggapan seadanya dan tidak menjawab masalah yang ditemukan OJK NTT.

Baca Juga: Minus Rp700 M, Wagub Rahasiakan Strategi Pemenuhan Modal Inti Bank NTT

Bank NTT hanya memberikan 2 butir tanggapan yang mengambang alias tidak menjawab 11 butir temuan OJK NTT, sbb :

1) Karena terkait dengan informasi data ketika core banking system OLIBS (sampai sebelum Bulan Mei 2020).

2) Adapun perubahan CKPN individual ke CKPN kolektif stau sebaliknya, harus dicek ke User Bank karena penetapan CKPN individual dilakukan oleh bank berdasarkan list yang telah diberikan Team Pelaporan berdasarkan kriteria sbb: Tunggakan hari lebih besar dari 90 hari dan outstanding lebih besar dari Rp 1 Miliar.

Sementara itu, dalam kolom komitmen bank, hanya tertera 1 butir komitmen yang mengambang, yakni: Bank akan melakukan penelitian lebih lanjut atas rekening-rekening tersebut (butir a s/d k). Target penyelesaian Maret 2021).

Ketua OJK Perwakilan NTT, Japarmen Manalu yang dikonfirmasi terkait temuan OJK tersebut, Rabu, 1 Februari 2023 tidak merespon Whats App wartawan hingga berita ini dirilis.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X