NTTHits.com, Kupang - Wakil Gubernur NTT, Yoseph Nae Soi merahasiakan strategi atau teknik pemerintah untuk memenuhi syarat modal inti Rp3 triliun yang saat ini masih minus Rp700 miliar.
"Tidak bisa kami buka disini. Masa kami mau ambil dari sini dari situ, buka di kalian gak boleh dong," kata Yoseph kepada wartawan usai sidang paripurna DPRD NTT, Selasa, 31 Januari 2023.
Dia mengaku penerintah punya trik tersendiri untuk memenuhi modal inti Bank NTT tersebut. Namun dia enggan mengungkapkan strateginya.
Baca Juga: DPRD Soroti Kinerja Bank NTT, Dibalik Penghargaan yang Diterima
"Kami punya trik-trik tersendiri. Harus optimis, bagaimana caranya itu teknik kami," tegasnya.
Untuk pemenuhan modal inti itu, jelasnya, akan dicari bersama-sama. "Itu nanti, kita akan cari sama-sama-lah," ujarnya.
Katua DPRD NTT, Emilia Nomleni dalam pidatonya pada pembukaan sidang II 2023 meminta Bank NTT terus meningkatkan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi dan kabupaten- Kota sebagai pemegang saham untuk pemenuhan modal inti minimum Rp3 triliun diakhir tahun 2024 untuk menjadi Bank Devisa.
Emi juga mengingatkan Bank NTT untuk lebih berhati-hati dalam mengelola bank daerah itu. Walaupun banyak menerima penghargaan dari berbagai pihak.
Baca Juga: MTN Bank NTT Rp50 Miliar, KOMPAK Pertanyakan Komitmen OJK
"DPRD mengingatkan Bank NTT untuk mengelola Bank ini dengan lebih sungguh dan berhati-hati," kata Emi.
Emi juga mempertanyakan deviden kepada pemerintan provinsi yang menurun jauh. Sehingga dapat menimbulkan banyak pertanyaan- pertanyaan lanjutan serta dapat menimbukan gangguan bagi kinerja Bank NTT.
Diketahui hingga akhir 2022, Bank NTT baru mendapatkan modal inti sebesar Rp2,3 triliun dari ketentuan Rp3 triliun di akhir 2024. Sedangkan penyertaan modal dari pemegang saham pada 2022, hanya sebesar Rp171 miliar.***