NTTHits.com, Kupang - Komisi III DPRD NTT mempertanyakan penutupan kantor cabang Bank NTT di Surabaya yang dinilainya sangat aneh dan timbul pertanyaan besar.
"Kenapa kantor cabang Bank NTT di Surabaya ditutup? Ada apa?," kata ketua Komisi III DPRD NTT, Jonas Salean, Sabtu, 25 Februari 2023.
Di Surabaya, menurut dia, ada kurang lebih ada 3 ribu nasabah Bank NTT. Apalagi perjuangan untuk menghadirkan Bank NTT di Surabaya butuh waktu hingga kurang lebih 3 tahun.
"Bayangkan kita berjuang selama 3 tahun, baru bisa buka bank disana. Koq seenaknya ditutup, ada apa sebenarnya? Ini pertanyaan besar," kata Jonas.
Baca Juga: Jalan Sabuk Merah Amblas, Dua Rumah Warga dan Gedung SD di Belu Alami Keretakan
Dia menduga ada persoalan, bukan karena rugi, sehingga Bank NTT Surabaya ditutup. "Pasti ada persoalan, bukan karena rugi," tegasnya.
Karena itu, komisi III DPRD NTT menjadwalkan untuk menggelar RDP dengan mantan Kacab Bank NTT Surabaya, mempertanyakan penutupan itu.
Selain Kacab Surabaya, Komisi III juga akan memanggio OJK, Edi Nganggus dan Izhak Rihi yang dipecat dari Bank NTT serta IIK yang menemukan adanya dugaan korupsi di bank tersebut.
Baca Juga: Batas Akhir Verifikasi Faktual, Ribuan Dukungan Bacalon DPD NTT Tidak Penuhi Syarat
"Kita panggil untuk jelaskan persoalan yang terjadi di Bank NTT, sehingga tidak ada berita-berita liar di luar sana," katanya.
Sebelumnya, Komisi III telah memanggil Bank NTT untuk gelar RDP, namun melalui surat yang ditandatangani Komisaris utama (Komut) Bank NTT, Juvenile Djojana menyebutkan manajemen sedang menggelar pertemuan bersama BPK RI. Disebutkan juga bahwa sudah pernah dilakukan RDP pada 10 Januari 2023 lalu.***