Komisi III DPRD NTT Desak Pemegang Saham Bank NTT Gelar RUPS LB

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Sabtu, 25 Februari 2023 | 08:36 WIB
Ketua Komisi III DPRD NTT, Jonas Salean
Ketua Komisi III DPRD NTT, Jonas Salean

NTTHits.com, Kupang - Ketua Komisi III DPRD NTT, Jonas Salean mendesak pemegang saham Bank NTT segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) guna menyelamatkan Bank tersebut.

"Komisi III DPRD NTT sudah dengan suara bulat mendesak Pemegang Saham Pengendali agar segera menggelar RUPS LB Saham terkait kericuhan seperti yang sudah ramai ditulis di media masa terkait berbagai permasalahan yang ada," tegasnya Jonas Salean seperti dilansir expontt, Sabtu, 25 Februari 2023.

Menurut dia, ada sejumlah persoalan di Bank NTT yang membuat masyarakat resah dan tidak percaya kepada bank plat merah itu. Karena Dirutnya harus diganti sehingga bisa membenahi bank itu.

Baca Juga: Jasad Wanita Ditemukan Warga Mengapung di Kali Mantasi

"Banyak persoalan di Bank NTT, kasus dugaan korupsi, penutupan Kantor Cabang Bank NTT Surabaya, kasus MTN yang merugikan Bank NTT senilai Rp 50 Miliar," tandasnya.

Hal senada diungkapkan pemegang saham seri B Bank NTT, Amos Corputty yang menuntut keadilan dan kebenaran, sehingga harus digelar RUPS LB, karrna Bank NTT sudah rusak di mata maayarakat.

"Saya mencintai nmbank ini dan sudah berkorban jiwa dan raga ini demi membesarkan Bank NTT. Ini bank milik rakyat NTT, uang yang disimpan di Bank NTT adalah uang rakyat. Ini hanya perbuatan tidak terpuji ketika bank ini dipimpin ARK. Jadi jangan pertahankan lagi dirut yang sudah merusakan atau hanya menjadian bank NTT untuk kekayaan diri, memecat orang seenaknya, tanpa mencaritahu kesalahannya," tegasnya.

Baca Juga: Kenanbudi: KI Bolok Juga Dirancang sebagai Pusat Olahraga Rekreasi di NTT

Dia mencontohkan Dirut sebelumnya, Izhak Eduard Rihi diganti karena tak penuhi laba Rp500 miliar. Namun faktanya pemimpin selanjutnya justru merusak nama baik bank ini dimata masyarakat.

"Mengganti Dirut sebelumnya karena dituding tidak bisa mendongkrak laba Rp 500 M, ternyata pemimpin sesudahnya malah lebih rusak dan saat ini nama bank ini menjadi jelek di mata rakyat dan para investor,” tegas Amos.

Sebelumnya Amos Corputty mengaku sudah mendapat sinyal dari beberapa Bupati yang setuju untuk digelar RUPS LB. Walaupun diakuinya belum semua pemegang saham setuju.

Baca Juga: Gempabumi M2,1 Guncang Alor Tak Berpotensi Tsunami

"Sudah ada beberapa pemegang saham yang sambut positif untuk RUPS LB. Walaupun ada yang negagif," tandasnya.

Mantan Dirut Bank NTT ini terus mengajak pemegang saham untuk segera menggelar RUPS LB, karena sangat mendesak untuk selamatkan bank ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X