NTTHits.com, Jakarta - Senin besok, 2 September 2024, Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) terkait dugaan kuat gratifikasi oleh mafia Bahan Bahan Minyak (BBM) Subsidi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ke oknum - oknum Pejabat dan anggota di Kepolisian Daerah (Polda) NTT.
Hal itu disampaikan, Ketua Kompak Indonesia, Gabriel Goa kepada NTTHits.com, Minggu 1 September saat dikonfirmasi mengenai rencana pelaporan ke KPK RI beberapa waktu lalu.
"Ya, dalam beberapa hari kemarin, Kompak Indonesia telah mempersiapkan laporan ke KPK RI terkait dugaan kuat gratifikasi oleh para mafia BBM di NTT ke oknum - oknum pejabat dan anggota di Polda NTT", aku Gabriel.
Dalam kasus Mafia BBM Subsidi yang nampak katanya, pihak - pihak pelaku kejahatan niaga ini tidak tersentuh hukum. Bahkan terkesan dilindungi pejabat Polda NTT.
Mafia BBM di NTT, kata Gabriel diduga melibatkan sejumlah pengusaha besar yang bekerjasama dengan Aparat Penegak Hukum (APH).
Lebih fatal lagi tambahnya, ada Barang Bukti (BB) BBM Subsidi yang diduga sengaja dihilangkan setelah ditahan pihak Polda NTT.
"Barang Buktinya ditahan, kemudian secara diam - diam kasus yang sudah naik sidik, BB nya hilang atau sengaja dihilangkan tanpa pemeriksaan pihak - pihak terkait. Atau dipulangkan ke pengusahanya. Ini apalagi kalau bukan para pejabat Polda sudah terima suap", kata Gabriel.
Dalam kasus BBM, ada yang jadi tumbal yakni penyelidik Ipda Rudy Soik salah satu penyelidik Reskrim Polresta Kupang Kota yang membongkar kejahatan mafia BBM besar - besaran di NTT yang melibatkan oknum anggota Polda NTT.
"Ipda Rudy Soik jadi korban, karena diduga pimpinan Polda NTT semua sudah terima setoran dari oknum pengusaha untuk menyingkirkan Rudy", tambah Gabriel.
Diperkuat dengan data temuan lapangan penyelidik Polresta Kupang kota bahwa hasil bisnis minyak ilegal kerjasama oknum anggota Krimsus Polda NTT dan pengepul serta penimbun BBM ilegal dibagi dua.
"Mereka bagi dua hasil bisnis ilegal minyak Subsidi. Dan biaya pengamanan semua lewat satu pintu yakni Tipidter Polda NTT", pungkas Gabriel.