NTTHits com, Kefamenanu - Terkuaknya penyelundupan BBM Bersubsidi besar - besaran dari kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke wilayah Perbatasan, bahkan masuk ke Negara Timor Leste mendapat perhatian serius dari Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (KOMPAK Indonesia).
Jaringan mafia BBM yang diduga dibekingi oknum Aparat Penegak Hukum, kata Ketua KOMPAK Indonesia, wajib hukumnya ditangkap dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
Penegasan itu disampaikan Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (KOMPAK Indonesia), Maflinus Gabriel Goa, saat dihubungi NTTHits.com, Minggu, 7 Juli 2024.
Dan untuk membersihkan NTT dari jaringan mafioso penyelundupan BBM Bersubsidi, Gabriel Goa secara tegas menyuarakan tiga poin penting.
Pertama, meminta Presiden RI untuk memerintahkan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo segera menangkap dan memroses Hukum semua Pelaku yang terlibat dalam kasus mafia BBM Bersubsidi.
"Kapolri harus menangkap aktor intelektual
yang diduga kuat dibeking oleh oknum Aparat Penegak Hukum bagian Krimsus sesuai pengakuan para pengepul", kata Gabriel.
Kedua, Mendesak KPK RI untuk menangkap dan memroses Hukum Pemberi dan Penerima Gratifikasi hasil mafia BBM Bersubsidi Indonesia yang diselundupkan ke Timor Leste dan beredar di wilayah NTT.
Ketiga, mengajak solidaritas semua rakyat NTT dan Pers untuk mendukung PRESIDEN dan KPK RI, dalam membongkar tuntas jaringan mafia penyelundupan BBM Bersubsidi ke Timor Leste dan peredaran ilegal di NTT.
Sebelumnya diberitakan, mafia BBM secara besar - besaran telah terjadi di kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Oknum Polisi Terlibat Kerjasama Dengan Pengepul di SPBU, kemudian BBM Subsidi ditimbun di rumah warga untuk selanjutnya dibawa ke Perbatasan bahkan dibawa masuk ke Negara Timor Leste.
Dalam kasus kejahatan niaga tersebut, oknum anggota polisi berpangkat Bripka A, terlibat.
Untuk diketahui, BBM yang diselundupkan berasal dari hasil penimbunan yang dibackingi oknum polisi.