Setelah Bupati TTU, Menyusul Sopir Diperiksa Terkait Laporan Hemus Taolin. Jefry : Tidak Pernah Terima Uang Rp1 Miliar dan Siap Dikonfrontir

photo author
- Jumat, 5 Juli 2024 | 20:56 WIB
Pengusaha Hemus berpose dengan Kapolda NTT.
Pengusaha Hemus berpose dengan Kapolda NTT.

Baca Juga: Viktor Manbait Minta Bupati TTU Ambil Tindakan Hukum Hadapi Laporan Hemus Taolin ke Polda NTT

Ditanya lagi apakah ia mengetahui apa yang dibawanya, Bois mengaku awalnya tidak mengetahui sama sekali barang apa yang dibawa. Ia hanya melihat ada kardus di jok tengah dijaga Selus Mau.

Ia baru mengetahui ketika di tengah jalan, Hemus mengatakan bahwa di dalam kardus itu isinya uang Rp1 miliar. 

"Saya tidak tahu itu uang untuk apa. Waktu itu, saya menyetir, Hemus duduk di sebelah saya dan Selus di jok tengah pegang kardus itu. Waktu turun juga, Hemus langsung bertemu dengan Bupati yang sudah menunggu di trotoar depan Perum DAMRI. Tapi selanjutnya Hemus dan Bupati yang bicara di atas trotoar, kami tidak tau bicara soal apa. Kemudian Hemus memanggil Selus dan Selus langsung turun dari mobil untuk menyerahkan uang di kardus ke Bupati, tapi bapak Bupati suruh kasih di sopir saja. Sehingga kardusnya diterima sopir", kisah Bois.

Belum diketahui pasti untuk apa uang sebanyak Rp1 miliar dikasih Hemus ke Bupati di tepi jalan di malam hari. 

Namun disampaikan Bupati Juandi saat diwawancarai usai jalani pemeriksaan di Polda NTT, bahwa ia tidak pernah menemui Hemus di tepi jalan arah luar kota untuk mengambil uang Rp1 miliar di malam hari.

Namun keterangan Hemus ke Penyelidik Polda NTT bahwa Bupati Juandi menjanjikan Hemus proyek pembangunan Jembatan Naen di Kefamenanu dan meminjam uang senilai Rp1 miliar. 

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Oepuah Utara Naik Status, Tim Penyelidik Intelijen Kejari TTU Limpahkan ke Bagian Pidana Khusus

Saat ditanyai penyelidik, kata Bupati Juandi, ia menjawab tidak pernah menjanjikan proyek Jembatan Naen ke Hemus dan tidak menerima uang senilai Rp1 miliar dari Hemus.

Untuk diketahui, Hemus Taolin ikut serta dalam proses tender proyek pembangunan jembatan Naen, namun kalah.

Ada juga berkembang isu bahwa Bupati Juandi meminjam uang senilai Rp1 miliar ke Hemus. Namun Bupati Juandi mengatakan, kalau seandainya uang itu dipinjampun, tidak mungkin seorang Bupati pergi mengambil uang di pinggir jalan arah luar kota pada malam hari.

"Kalau kita pinjam uang orang, paling tidak kita bertemu di rumah dan buat tanda terima atau kesepakatan  pengembalian dan lain - lain. Ini tidak, untuk apa saya sebagai Bupati pergi terima uang di pinggir jalan malam - malam", bantah Bupati Juandi.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Drs. David Juandi pada Senin 10 Juni 2024 hadir di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT).

Kehadiran Bupati David di Polda NTT guna memenuhi undangan yang dikeluarkan pihak  Ditreskrimum Polda NTT Nomor : B/1776/VI/2024/ Ditreskrimum perihal, Wawancara Klarifikasi Perkara atas pengaduan Hironimus Taolin alias Hemus pada tanggal 09 Mei 2024 belum lama ini.

Diketahui, saat ini Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTT sedang melaksanakan Penyelidikan peristiwa dugaan tindak pidana Penipuan dan Penggelapan yang diadukan oleh Hironimus Taolin yang terjadi pada sekira tahun 2019 sampai dengan 2021di Kota Kefamananu, Kabupaten TTU.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X