NTTHits.com, Kupang - Kepala Imigrasi Kupang, NTT, Darmanto mengatakan deportasi enam imigran asal India atas kemauan dan biaya yang ditanggung sendiri.
"Mereka mau untuk dipulangkan dengan biaya sendiri. Sehingga kami deportasi kembali ke negara asalnya," kata Darmanto, Selasa, 7 Februari 2023.
Imigran India ini, menurut dia, dideportasi atas kemauan sendiri dengan biaya sendiri, karena tidak merasa terancam di negaranya.
"Biayanya ditanggung sendiri, dan mau untuk dipulangkan, makanya kita deportasi," kata Darmanto.
Baca Juga: Imigrasi Kupang Deportasi Enam Imigran asal India yang Terdampar di Rote
Dia menjelaskan, berbeda dengan imigran asal Irak, Afganisthan dan Iran yang enggan pulang kembali ke negaranya, karena merasa terancam.
"Kalau Irak menolak dipulangkan, kareba takut dibunuh, sehingga masih berada di Indonesia," katanya.
Imigran asal India ini akan dideportasi besok, Rabu, 8 Februari 2023 menggunakan pesawat Air Asia, dan diberangkatkan dari Kupang menggunakan pesawat Batik Air.
"Besok pukul 06.00 Wita dari Bandara Eltari gunakan Batik Air, dan transit di Jakarta, dilanjutkan dengan Air Asia transit di Kuala Lumpur," jelasnya.
Dia mengatakan imigran asal India datang ke Indonesia melalui Denpasar, Bali guna mencari pekerjaan. Lalu mereka ke Makasar, Samlaki dan lanjutkan perjalanan ke Australia.
Baca Juga: Cari Suaka ke Australia, 6 Warga India Terdampar di NTT
"Mungkin ke Australia juga untuk mencari pekerjaan," katanya.
Namun, mereka dihentikan angkatan laut Australia di Pulau Pasir, dan ditolak kembali ke Indonesia. Mereka berhasil diamankan Polres Rote Ndao, dan diamankan di Rudenim Kupang.***