Apakah bisa menjamin orang yang memiliki andil gagal dalam investasi, bahkan eksplisit disebut dalam hasil audit BPK sebagai yang patut diberi sanksi bisa menjalankan tugas di lembaga yang sama akan fair, baik & benar?
"Ia melakukan gagal investasi MTN di bank NTT, malah dia pula yang diangkat menjadi Dirut di bank NTT. Yang benar saja OJK Perwakilan NTT ini," ujarnya.
Dia mengatakan dibutuhkan publik NTT saat ini penguatan pengawasan oleh OJK perwakilan NTT agar hal serupa atau lain rupa yang berujung risiko tidak terjadi lagi, berikut agar resistensi publik terhadap jargon-jargon melayani masyarakat oleh bank NTT dan OJK tidak menjadi momok, tetapi akan dipercaya oleh publik lantaran track record yang selalu satu kata dan perbuatan.
Baca Juga: DPRD Dukung Kejaksaan Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi di Bank NTT
Terkait masifnya pemberitaan tentang kinerja bank NTT dan otoritas BI dan OJK akhir-akhir ini di pemberitaan media, boleh jadi menjadi salah satu kode bahwa kinerja bank dan OJK dalam keadaan yang tidak ideal.
"Kiranya kepekaan terhadap risiko semakin lebih di tajamkan, karena cepat atau lambat resistensi publik akan menjadi faktor risiko baru dengan taruhannya tidak kecil," ujarnya.
Kesadaran dan pengetahuan risiko oleh publik NTT saat ini jangan dianggap sepele karena publik NTT memiliki banyak kepentingan di lembaga ini sebagai salah satu kelengkapan daerah yang dapat membebaskan NTT dari stigma propinsi miskin. Janganlah kami dimiskinkan lagi karena melanggar aturan. Mari kita jujur.***