hukrim

Ada Kasus Dugaan Pembunuhan PRT, Anak Dibawah Umur Yang Dihentikan Eks Kapolres Ngada - Sumtim. Keluarga Korban Minta Pengawasan Kapolri dan IPW

Senin, 7 Juli 2025 | 12:30 WIB
Eks Kapolres Ngada - Sumba Timur ternyata pernah hentikan proses hukum kasus dugaan pembunuhan remaja perempuan di Sumba Timur (Jude Lorenzo Taolin)

NTTHits com, Kupang - Eks Kapolres Ngada dan Sumba  Timur, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja (Fajar WLS) setelah berstatus Tersangka dalam kasus Pencabulan dan Narkoba kini disebut - sebut terseret lagi dalam kasus dugaan Pembunuhan yang proses hukumnya dihentikan saat menjabat sebagai Kapolres Sumba Timur.

Berdasarkan foto dan Video dugaan gantung diri anak dibawah umur yang diperoleh NTTHits.com belum lama ini, menunjukkan beberapa kejanggalan kematian korban yang adalah anak
remaja perempuan bernama Axi Rambu Kareri Toga di Waingapu Sumba Timur.

Dugaan kuat, pihak keluarga korban, peristiwa tragis itu bukan murni gantung. Sehingga keluarga korban melayangkan pengaduan dengan harapan Kapolri dan IPW dapat melakukan pengawasan terhadap kepolisian Resort Sumba Timur, terkait kasus mati tergantungnya
Axi Rambu Karere Toga.

Baca Juga: Berhentikan Sepihak Kadis Dukcapil, Bupati TTU Dapat Teguran Keras Dari Kemendagri

Data NTTHits com, pada tahun 2023 dan hingga memasuki awal tahun Januari 2024 masyarakat Sumba dan khusunya kabupaten Sumba Timur terus berduka dengan banyaknya kasus kematian seperti buhuh diri atau dibunuh, dalam kasus bunuh diri atau dibunuh, inimerupakan ancaman serius yang harus segera diselesaikan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dalam
mencari motif atau akar permasalahan dari terjadinya kasus buhuh diri atau dibunuh.

Kasus bunuh diri atau dibunuh ini menjadi semacam teror yang mendatangkan
berbagai perasaan terluka pada masyarakat. Betapa tidak, baru saja salah satu korban bunuh diri dikebumikan pada hari Kamis tanggal 19 Januari 2024, tiba-tiba dunia maya kembali mengedarkan berbagai foto, video dan atau informasi tentang seorang anak  remaja perempuan yang bernama Axi Rambu Kareri Toga, kelahiran 11  April
2007 (berusia 16 tahun 8 bulan), alamat Madeta Gawi Desa Wailawa Kecamatan
Katiku Tana Selatan Kabupaten Sumba Tengah – NTT,  yang ditemukan
tewas tergantung pada sebuah kamar mandi ruko milik pelaku usaha (CK2) di Sumba Timur.

Atas dasar kemanusiaan untuk mencari dan menuntut keadilan, Lembaga Peruati Sumba, WCC Sinode GKS, KomPer Sinode GKS, BPMS GKS, Sabana Sumba, Program Studi Hukum Unkriswina Sumba, Yayasan
Wahana, Pendeta GKS Se - Sumba, Lembaga Kemahasiswaan Universitas Kristen Wira
Wacana Sumba, GMKI, GMNI, Ikatan Mahasiswa/i asal Sumba Tengah, PMKRI, bergabung membentuk Aliansi “Aksi Untuk Axi”.

Baca Juga: Kemendagri Beri Tenggat Waktu ke Bupati TTU Batalkan Pemberhentian Kadis Dukcapil. Jika Tidak, Akan Dikenai Sanksi Administratif

Berikut kronologi kasus kematian remaja perempuan,  Axi Rambu Karere Toga yang berhasil diperoleh NTTHits.com, Senin, 7 Juli 2025.

Pertama,  Pada hari Kamis, tanggal 18 Januari 2024, sekitar pukul 16.31 wita, beredar di media sosial (FB) foto dan video berdurasi 0,05 detik  seorang anak
remaja perempuan ditemukan tewas tergantung dikamar mandi dengan seutas tali berwarna hijau di leher, kepala mendongak ke atas, mulut tertutup, kaki
menyentuh lantai dalam keadaan setengah tertekuk dan baju di bagian depan basah. Tali tergantung di shower dengan ketinggian kira-kira 1 - 2 meter dalam keadaan tidak bernyawa di kamar mandi milik majikannya di ruko CK2 yang beralamat di jalan S Parman Payeti, kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur-NTT.

Kedua, Setelah melihat foto dan vidio yang beredar di WA grup, Pdt Leny mengirimnya ke grup Kantor Sinode. Selanjutnya, sopir kantor sinode GKS yang berinisial (JL) menyampaikan bahwa sekitar jam 15.00 wita pergi berbelanja pakan ternak di CK2.  Dan menurutnya, ia melihat korban sedang berjongkok di lantai lalu dimarahi majikannya.

"Saya lihat ini nona macam yang berlutut di lantai, ongko Kenny duduk di kursi, ada marah sama dia", ungkap JL.
JL melihat CCTV di toko itu sedang menyala di layar komputer.

Baca Juga: Pemberhentian Kadis Dukcapil TTU Catat Hukum. Pakar Hukum Tata Negara : Tidak Sesuai Mekanisme, Ada Pelanggaran Serius Administrasi Negara

Ketiga,  Keesokan harinya aliansi “Aksi Untuk Axi”, temui keluarga korban yang
dikabarkan sedang berada di kantor polisi, tapi ketika mereka tiba di kantor polisi, polisi mengatakan bahwa jenazah telah diberangkatkan pagi-pagi ke Anakalang Sumba Tengah.

Halaman:

Tags

Terkini