Dalam Waktu Dekat, Kejari TTU Lakukan Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Desa Noelelo

photo author
- Selasa, 23 Mei 2023 | 13:33 WIB
Kasi intel, S. Hendrik Tiip, S.H saat menerima warga desa Noelelo di Kantir Kejaksaan Negeri TTU, Senin (22/05/2023) (Jude Lorenzo Taolin)
Kasi intel, S. Hendrik Tiip, S.H saat menerima warga desa Noelelo di Kantir Kejaksaan Negeri TTU, Senin (22/05/2023) (Jude Lorenzo Taolin)

Tujuan kedatangan mereka, yakni  mengadukan sejumlah program kegiatan yang dikerjakan menggunakan Dana Desa.

Menurut Thomas, di desa Noelelo terdapat sejumlah proyek yang belum selesai dikerjakan hingga saat ini dan sama sekali tidak ada  asas manfaat bagi masyarakat.

Berbagai program yang mubasir tersebut, dilaksanakan di masa pemerintahan mantan kepala desa Odelia Bais serta penjabat kades Grisogonus Sila.

"Berbagai pembangunan dengan menggunakan Dana Desa itu dengan maksud supaya masyarakat dapat  menikmati bangunan itu.  Tetapi hingga kini tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat", ungkap Thomas.

Baca Juga: Siswa SMA Yang Tewas Gantung Diri, Sempat Tinggalkan Surat Untuk Ibu Kandungnya

Iya mengaku sangat prihatin dengan masalah itu. Sehingga ia berharap Aparat Penegak Hukum (APH) bisa melihat langsung fakta di lapangan.

"Kami berharap, bapak - bapak di Kejaksaan Negeri TTU bisa turun langsung ke lokasi untuk melihat langsung masalah di sana", harap Thomas

Salah satu proyek mubasir di desa Noelelo diantaranya, pembangunan gedung Polindes di dusun Feku yang menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2018 senilai Rp 271 juta.

"Hingga saat belum tuntas dikerjakan', tandas Thomas.

Selain itu, lanjutnya ada juga pembukaan jalan baru sepanjang 6 km dari pusat desa Noelelo ke dusun Feku.

"Itupun sama,  sampai saat ini mubasir dan sudah ditumbuhi semak dan pepohonan sehingga praktis tidak bisa lagi digunakan', ujar Thomas.

Padahal program kegiatan tersebut, katanya menelan anggaran Dana Desa hingga Rp400 juta lebih.

"Ada balai dusun di Feku saya tidak tahu ukurannya berapa tapi modelnya seperti bangunan lopo. 
Dananya Rp 48 juta, sudah atap terus setengah tembok keliling tapi tidak diplester dan masih lantai tanah, itu juga tahun 2018", bebernya.

Tambahnya, pada masa pemerintahan penjabat kades Grisogonus Sila pada tahun anggaran 2021 terdapat program pembangunan rumah layak huni sebanyak 19 unit.

Namun hingga saat ini masih terdapat 7 unit yang belum selesai dikerjakan lantaran pintu dan jendela hingga saat ini belum terpasang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X