NTTHits.com, Kefamenanu - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) masih terus mengembangkan penyidikan perkara tersangka Alfred Baun, Ketua Umum ARAKSI Nusa Tenggara Timur (NTT).
Beberapa fakta baru kembali diungkap penyidik dari hasil analisa terhadap sejumlah barang bukti yang telah disita.
Salah satu yang diungkap Kajari, dari hasil pemeriksaan data-data elektronik pada handphone milik Alfred Baun dan saksi lainnya.
Baca Juga: Tim Penyidik Kejari TTU, Geledah Rumah Charli Bakker Yang Dipakai Sebagai Sekretariat Araksi
Terdapat lima buah handphone yang telah diperiksa dan dianalisa penyidik.
Hasilnya, penyidik menemukan adanya bukti elektronik tentang aliran dana ke Alfred Baun dengan nilai yang sangat fantastis.
Akumulasi sementara penyidik, total dana yang mengalir ke Alfred Baun selama tahun 2021-2023 mencapai miliaran rupiah.
Baca Juga: Kejari TTU Akan Minta PPATK Telusuri Aliran Dana Alfred Baun
Bahkan, ada dana senilai Rp300 juta yang sudah berhasil terkonfirmasi berasal dari seorang pengusaha ternama di NTT.
Kajari TTU Roberth Jimmy Lambila, S.H, M.H, yang dikonfirmasi awak media ini, Kamis (23/2/2023), mengatakan, terkait aliran uang ke Alfred Baun, dari hasil analisasi terhadap bukti-bukti elektronik yang diperoleh dari handphone tersangka dan para saksi, pihaknya telah membagi dalam tiga kategori, yaitu aliran dana yang diterima Alfred dari sejumlah oknum pengusaha atas dugaan tindak pemerasan, dengan modus mengancam dan akan melaporkan yang bersangkutan ke Kejaksaan dan KPK, sama persis seperti dengan perkara pokok yang sedang ditangani penyidik Kejari TTU.
Kemudian, aliran dana yang diduga berasal dari oknum pengusaha yang diduga memperalat Alfred Baun untuk kepentingan tertentu.
Baca Juga: Alfred Baun Sering Gunakan Pemberitaan Media untuk Memeras
Dan kategori ketiga, yaitu aliran dana yang diduga mengalir dari sejumlah pihak yang mempercayakan Alfred untuk membantu meloloskan anak - anaknya masuk menjadi anggota TNI.
“Ternyata, dari bukti percakapan itu, kami menemukan fakta lain bahwa Alfred juga bertindak sebagai calo untuk membantu memasukan anak-anak oknum tertentu menjadi anggota TNI.