Kesembilan, Bripka L yang tertangkap terlibat homoseksual dengan sesama oknum anggota polisi.
Kesepuluh, Polres Belu, Bripka AMN alias Naries terindikasi berpolitik praktis di Pilkada Belu 2024 dan sering terlibat perjudian dari tahun ke tahun dan diduga memiliki penghasilan besar dari beberapa bisnis "haram" namun tidak pernah dikenai sanksi pidana dengan alasan hasil penyelidikan tidak membuktikan keterlibatannya meski kasusnya diambil alih Polda NTT.
Adapun beberapa kasus lainnya, yakni dugaan pemerasan yang masih dalam penelusuran NTTHits.com.
Sederetan kasus tersebut telah mencoreng dan merusak marwah dan citra Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur.
Viktor Manbait selaku ketua LAKMAS (Lembaga Advokasi Anti Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil) NTT pun, angkat bicara.
"Jika kinerja Polda NTT tidak segera dievaluasi dan diperbaiki maka akan memunculkan lagi banyak kasus yang melibatkan oknum polisi dan membuat tingkat kepercayaan masyarakat pada polisi menurun", tandas Viktor kepada NTTHits.com, Jumat, 7 Maret 2025.
Senada, salah seorang Tokoh Masyarakat di kota Kupang, yang enggan namanya disebutkan mengharapkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberi perhatian serius dan memperbaiki kinerja agar para oknum kepolisian melalui evaluasi, pembinaan dan pengawasan serta sanksi bagi oknum anggota yang melanggar undang - undang dan Peraturan Kepolisian.
Menyusul salah satu Pengamat Sosial yang tidak ingin namanya disebutpun meminta secara tegas agar setiap anggota Polri tidak menyalahgunakan jabatannya untuk hal - hal yang tidak bermartabat.
"Para oknum Polri harus bekerja dengan hati yang tulus bukan bekerja untuk mencari mangsa, alias berupaya untuk memperkaya diri dengan cara penyalagunaan jabatan. Harus selalu waspada dan berjuang demi mempertajam hati dan nurani positif nantinya akan diwujudkan melalui pola pikir dan pola tindak yang bermartabat dan humanis", katanya.
Dalam kesempatan diskusi antara awak Media, KPK SIGAP dengan masyarakat kota Kupang seputaran kinerja beberapa oknum polisi yang mencoreng citra dan marwah Polri, masyarakat mengharapkan agar dilakukan evaluasi kinerja pada jajaran Polda NTT diikuti dengan melakukan pembinaan dan perbaikan agar anggota Polri di NTT dapat bekerja dengan efektif dan efisien, tersistem dan terstrukrut demi mengembalikan citra polisi NTT yang mengayomi dan melindungi masyarakat. (*)