NTTHits.com, Atambua - Kompak, para pengusaha di Atambua, Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) buka suara terkait dugaan pemerasan yang dibantah Kapolres Belu, AKBP. Richo Nataldo Devallas Simanjuntak, S.I.K.
Setoran wajib ke Kapolres Richo Simanjuntak, kata para pengusaha ditransfer ke rekening Bank BCA dan BRI diduga milik oknum anggota yang bertugas di unit yang berbeda di Polres Belu, dengan nilai yang cukup fantastis.
Para pengusaha, kontraktor secara terang - terangan, mengaku diintimidasi dan diperas oleh oknum perwira polisi berpangkat AKBP itu melalui anggota kepercayaannya yang ditugaskan di masing - masing unit.
Pemerasan itu, kata sejumlah pengusaha dilakukan setelah mereka dituduh aktivitasnya telah melanggar Undang - Undang dalam setiap usahanya.
Baca Juga: Sulit Akses, Rujukan Orang Dengan Kesehatan Gangguan Jiwa di Kabupaten Kupang Minim
"Permintaan uangnya besar sekali. Kami pengusaha di Belu sudah jenuh, pekerjaan diganggu terus. Ada yang kurang sedikit, dianggap melanggar hukum, ada indikasi korupsi dan didenda", aku AI pengusaha di Belu mewakili pengusaha lainnya. Kamis, 2 Mei 2024.
"Modus mereka, mau membantu ternyata ujung - ujungnya uang", ungkap AI.
Pengakuan AI dibenarkan pengusaha lainnya.
"Dari pada ikut proses banyak, lebih baik kita urus baik - baik. Tinggal kasih uang dan urusannya selesai", kata si pengusaha mengulang pembicaraan oknum anggota.
Para pengusaha mengaku, tindakan pemerasan itu sudah lama berlangsung, terhitung sejak Kapolres Belu, Richo Simanjuntak bertugas di Kabupaten Belu.
Baca Juga: Daftar Balon Gubernur NTT, Frans Aba: Saya Sudah Siap
"Sejak pak Kapolres Richo Simanjuntak masuk Kabupaten Belu, saat itu juga anak buahnya bergerak memantau aktivitas kami selaku pengusaha sampai ada pemerasaan", katanya, masih dibenarkan pengusaha lainnya.
Investigasi NTTHits.com, setiap pengusaha ada setoran wajib sebesar Rp10 juta per bulan untuk Kapolres Belu. Sementara setoran dari pengusaha lainnya dibawah Rp10 juta karena menolak tarif yang diminta terlalu tinggi", ungkap pengusaha lainnya.
Berikut sumber - sumber penghasilan Kapolres Belu, Richo Simanjuntak diduga dari hasil pemerasan.