Geger! Pejabat Imigrasi Bandara Soetta Dicopot Gara-Gara 44 Kasus Pemerasan WN China

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Minggu, 2 Februari 2025 | 11:52 WIB
Pejabat Imigrasi Dicopot Imbas 44 Kasus Pemerasan di Bandara Soetta. (instagram.com/imigrasi.soekarnohatta)
Pejabat Imigrasi Dicopot Imbas 44 Kasus Pemerasan di Bandara Soetta. (instagram.com/imigrasi.soekarnohatta)

NTTHits.com, Jakarta – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimpas) langsung mencopot sejumlah petugas imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta setelah terseret dalam skandal pungutan liar (pungli) terhadap warga negara (WN) China.

Keputusan ini diambil setelah Kedutaan Besar China melaporkan 44 kasus pemerasan yang dilakukan oknum petugas imigrasi di bandara terbesar di Indonesia tersebut.

"Setelah kami menerima semua data terkait dugaan pungli, kami langsung menarik seluruh petugas yang tercantum dalam data tersebut dari tugasnya di Soetta dan menggantikannya dengan personel baru," tegas Menteri Imipas, Agus Andrianto, dalam keterangan resminya, Sabtu (1/2/2025).

Baca Juga: Retret Kepala Daerah Bakal Pakai APBN, Tak Seperti Kabinet Merah Putih yang Dibiayai Prabowo!

Agus memastikan bahwa para petugas yang diduga terlibat kini sedang diperiksa secara internal, dan tindakan tegas akan diberikan jika terbukti bersalah.

"Saat ini mereka sedang dalam proses pemeriksaan internal," tambahnya.

Sebagai langkah perbaikan, Agus juga mengapresiasi Kedubes China yang telah melaporkan praktik pungli ini dan menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pembersihan di Ditjen Imigrasi.

"Kami berterima kasih kepada Kedutaan Besar RRC atas informasi ini. Ini menjadi momentum penting bagi kami untuk berbenah dan meningkatkan profesionalisme petugas imigrasi," tegasnya.

 

Baca Juga: Raffi Ahmad Lapor Harta Rp1,1 Triliun! Intip Gaji Fantastisnya sebagai Stafsus Presiden

44 Kasus Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta: Total Uang Pungli Rp32,75 Juta!

Skandal ini mencuat setelah beredarnya surat resmi Kedubes China yang menyoroti maraknya praktik pungli di Bandara Soekarno-Hatta.

Dalam surat tersebut, terungkap bahwa 44 kasus pemerasan telah terjadi dalam periode Februari 2024 hingga Januari 2025, dengan total uang pungli yang dikembalikan mencapai Rp32.750.000.

Lebih dari 60 WN China menjadi korban, namun angka ini diyakini hanya sebagian kecil dari total kasus yang sebenarnya terjadi.

Banyak korban yang tidak melapor karena berbagai alasan, termasuk jadwal perjalanan yang padat atau takut akan tindakan balasan dari oknum petugas imigrasi.

Surat Kedubes China ini pertama kali bocor ke media sosial, salah satunya diunggah oleh akun X @emerson_yu** pada Sabtu (1/2/2025)**, hingga akhirnya viral dan memicu reaksi keras dari publik.

Dalam suratnya, Kedubes China menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk menyelesaikan kasus-kasus pemerasan ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X