Penetapan Tersangka dan Penahanan Valerianus Obe Dinilai Tanpa Alat Bukti Yang Cukup

photo author
- Rabu, 15 Januari 2025 | 22:18 WIB
Dir Lakmas CW NTT, Viktor Manbait, S.H (Jude Lorenzo Taolin)
Dir Lakmas CW NTT, Viktor Manbait, S.H (Jude Lorenzo Taolin)

Pertama, pada Sabtu, 14 Desember 2024 malam, Valerianus Obe bersama teman-teman sedang berkumpul untuk arisan di rumahnya sekaligus rayakan Hari Ulang Tahun anaknya. Selanjutnya sekitar pukul 22:00 Wita, datang satu unit mobil berwarna putih silver parkir tepat di depan rumahnya.
Lalu tampak EA, Anggota Polres TTU (anak dari PMA) turun dari mobil putih silver berjalan ke arah Valerianus dan teman-teman yang sedang duduk di teras rumah. EAP tampak melompati pagar bunga depan rumah Valerianus dan masuk ke halaman rumah dimana Valerianus dan teman-temannya sedang menyanyi/karaoke, lalu dengan nada setengah teriak, bertanya “Yuven mana? Yuven disini kah?”

Baca Juga: BNPB Dorong Penguatan Infrastruktur untuk Penanganan Bencana di Indonesia

Mendengar pertanyaan oknum anggota Polres TTU itu, Valerianus dan kawan-kawannya bingung, karena teman-teman Valerianus juga tidak mengenal Yuven itu siapa. Valerianus spontan berdiri dan mempersilahkan EA untuk duduk.

Namun polisi EA tidak
menghiraukan ajakan Valerianus untuk duduk, malah balik badan dan meludah lalu pergi kembali menuju mobil.

EA dan sejumlah orang di dalam mobil itu lanjut menuju rumah Yuven yang jaraknya tidak jauh dari rumah Valerianus. Sesampainya disana mereka berteriak mencari Yuven dengan nada makian dan umpatan, berikut menendang pintu rumah Yuven.
Melihat itu, Valerianus yang masih dalam keadaan bingung mendekati EA dan bertanya, “lu ini siapa, kenapa datang marah-marah di saya punya rumah, buang ludah di situ, terus sekarang datang teriak-teriak di orang punya rumah?”.

Seketika itu, istrinya Yuven yakni Asti Anapah (AA) yang saat itu ada di teras rumah Yuven, melangkah cepat menuju Valerianus lalu mencakar muka Valerianus hingga menyebabkan luka di pipi kiri Valerianus.

Melihat Erniyani, istri Valerianus yang juga ada di situ, AA bertanya kepada Erniyani, “mak Erni kenapa pak (Valerianus) datang ikut mencampuri urusan rumah tangga saya?” Mendengar teriakan istri Yuven (AA) itu, Erniyani menarik Valerianus untuk pulang ke rumah mereka, agar menghindari hal-hal lebih merugikan, karena situasi saat itu antara Valerianus dan EAP makin tegang nyaris mengarah ke kontak fisik.

Di perjalanan Valerianus dan istrinya pulang ke rumah, tiba-tiba AA (Istri Yuven) berteriak bahwa ayahnya (PMA) dipukuli. Polisi EA kemudian menuding bahwa Valerianus lah yang memukuli PMA, ayahnya dengan mengatakan, “Oh lu hebat. Lu pukul saya punya bapak.”

Istri Valerianus yang mendengar tudingan EA terhadap suaminya mengaku bingung, sebenarnya siapa yang sedang pukul siapa? Soalnya ia dan suaminya saat itu sudah berjarak jauh dari AA dan EA serta PMA, pulang ke rumah mereka. Erniyani, istri Valerianus lalu kembali ke TKP untuk memastikan benar tidak PMA dipukuli, dan saat itu ia melihat tangan PMA sedang memegang dua buah batu. Erniyani pun langsung berlari kembali menuju suaminya dan menyuruhnya agar cepat kembali ke rumah mereka.
Namun AA dan EA tetap mengikuti mereka dari belakang dan EA sempat melayangkan tendangan ke punggung Valerianus, namun karena tendangannya salah, maka polisi EA terjatuh. EAP dan rombongan terus mengikuti Valerianus dan istrinya sampai rumah dan mengatakan, “saya polisi, nanti kita ketemu di kantor polisi.”

Mendengar itu, Erniyani pun kembali menemui PMA yang masih sementara memegang batu di ketua tangannya, dan meminta maaf sambil minta PMA untuk membuang batu-batu itu.
Oleh bantuan beberapa orang yang ada di lokasi saat itu, PMA akhirnya membuang batu-batu yang dipegangnya. Sejumlah orang tua dan tokoh masyarakat yang hadir pada saat itu pun berusaha untuk menengahi masalah tersebut, dan menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan. Namun PMA, EA dan AA memilih melaporkan kasus tersebut ke Polres TTU.

Setelah kejadian itu, kata Erniyani, ia dan keluarga berdiskusi dengan beberapa orang tua di sekitar rumah dan Ketua RT, mereka lalu disarankan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres TTU agar dapat dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan.

Baca Juga: Hasil Audit Inspektorat Tak Ada Kerugian Negara, Praktisi Hukum Minta Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Dana Dekranasda Belu Dihentikan

Erniyani Maria Nahak dan Valerianus Obe suaminya bersama RT dan beberapa orang lainnya mendatangi Polres TTU. Namun, sesampainya di Mapolres, mereka mendapat informasi bahwa telah ada laporan polisi yang menyatakan suaminya (Valerianus Obe) melakukan penganiayaan dengan memukul leher Petrus Malafu Anapah (ayah EA dan AA) hingga jatuh dan tidak sadarkan diri.
Dari sebab itu, niat awal mereka melapor untuk dimediasi berubah, karena ia dan suaminya langsung dibawa ke ruang Reskrim Polres TTU untuk memberikan keterangan.

Kedua, di ruang Reskrim, saat polisi sedang mengambil keterangan dari PMA, Valerianus dan dirinya diminta menunggu karena petugas penyidik belum hadir.
Saat saya duduk berdampingan dengan suaminya (Valerianus Obe), EA mendatangi mereka dengan suara keras berkata kepada Valerianus, "Lu memang hebat sudah pukul saya punya bapak, lu hebat!"
Pernyataan EA memicu emosi beberapa anggota polisi lainnya yang masuk ke ruangan dan ikut mengatai suaminya. Salah satu anggota polisi menunjuk suaminya sambil berkata, "Lu yang pukul orang tua?"

“Suami saya berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya, tetapi penyidik tidak mau mendengarkan dan terus menyudutkan suami saya,” jelas Erniyani, istri Valerianus Obe.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X