Kantongi Data Akurat Direktris PIAR NTT, Sarah Lerry Mboeik Tuntut Transparansi Kasus BBM Ilegal Dari Kapolda Daniel Silitonga

photo author
- Rabu, 14 Agustus 2024 | 08:35 WIB
Direktris PIAR NTT, Sarah Lerry Mboeik (Jude Lorenzo Taolin)
Direktris PIAR NTT, Sarah Lerry Mboeik (Jude Lorenzo Taolin)

NTTHits.com, Kupang - Direktris Yayasan Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) Nusa Tenggara Timur (NTT), Sarah Lerry Mboeik menuntut transparansi Kasus Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi diduga ilegal oleh Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A.

Sarah Lerry Mboeik merasa janggal, pasalnya kasus mafia BBM ini sudah hampir dua bulan 'diam di tempat'.

"Ini kasus kenapa jalan ditempat saja, tidak ada perkembangan apapun hanya mutasi 14 anggota Reskrim Polresta Kupang Kota yang malah viral", tanya Sarah Lerry, Rabu, 14 Agustus 2024 saat dimintai pendapatnya terkait mandeknya penanganan kasus BBM Ilegal.

Menurutnya semua informasi awal yang diperoleh tentang kejahatan niaga tersebut hingga ada rangkaian penyelidikan harusnya menjadi atensi Polda NTT dalam pengungkapan, bukannya memutasi anggota yang sedang menangani.

Baca Juga: Ada apa? Penyidik Polresta Kupang Kota Dinilai Langgar Kode Etik Setelah Berhasil Ungkap Dugaan Mafia BBM Yang Melibatkan Oknum Krimsus Polda NTT 

"PIAR NTT mempertanyakan  kejelasan kasus ini. Kapolda harus menjelaskan ke publik karena kami punya informasi A1 tentang mafia minyak ini. Jangan coba - coba bermain untuk tutupi kasus ini", tandas Sarah.

Referensinya meminta transparansi kasus minyak ilegal dari Kapolda Daniel Silitonga, yakni instruksi Presiden Joko Widodo dan Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si soal penertiban BBM.

Bapak Kapolda NTT, katanya lagi, tentu tahu tentang kebijakan - kebijakan yang harusnya disampaikan kepada publik. Sehingga publik juga bisa mengetahui kejelasan status kasus ini.

"Setelah basong dari Polda ambel kasih habis 14 anggota Polresta Kupang Kota yang tangani itu kasus, trus itu kasus basong amankan", kritik Sarah Lerry dengan dialeg khasnya sambil tertawa.

Baca Juga: 14 Anggota Polresta Kupang Kota Dimutasi, Usai Berhasil Bongkar Kasus Mafia BBM Yang Diduga Melibatkan Oknum Anggota Polda NTT 

Direktris PIAR NTT yang mengaku sudah mengantongi informasi lokasi - lokasi penampungan minyak diduga ilegal mengatakan ada tanda - tanda buruk.

"Ada tanda - tanda 'sonde baek'  bapak Kapolda. Jangan - jangan ada keterlibatan oknum anggota di Polresta, Polda atau Mabes Polri. Sehingga dugaan itu kalau tidak ditindaklanjuti, akan memperkuat dugaan kami bahwa ada penjahat yang sedang berusaha dilindungi", ungkap Sarah Lerry.

Ia turut memrotes tindakan arogansi sederet pejabat Polda NTT yang dengan semena - mena memindahkan anggota yang mengungkap dan atau menangani kasus mafia BBM, apalagi jika ada dugaan keterlibatan oknum Anggota Krimsus Polda NTT.

"Terpaksa beta sentil di sini ya bapak Kapolda. Setiap tahun itu selalu saja ada anggota yang mengungkap mafia minyak ilegal yang melibatkan anggota Krimsus Polda NTT dipindahkan. Ada apa ini, apa kepentingan pejabat - pejabat amankan para mafia BBM ", kata Sarah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X