"Begini, bapak kirim gambar, nona nilai saja. Penilaian nona yang jadi hasil uji. Konsekuensinya berat kalau nona permainkan kami. Bapak foto alat vitalnya bapak dulu ya. Nanti nona menilai saja, besar atau kecil, kira - kira pas di ukuran nona atau tidak. Jangan malu. Biar bapak foto punya bapak saja, jangan kirim yang Rektor punya. Tidak perlu takut juga, semua dosen kami kerjasama jadi aman nanti kami semua topang nona", rayu Max Leonardo lagi.
Para mahasiswi di semester akhir inipun, diimingi - imingi seluruh aktifitas kemahasiswaannya dibiayai Rektor dan Dekan.
"Organisasi ini tujuannya mencetak mahasiswa dengan lulusan terbaik dan membantu dari berbagai hal, misalnya uang Regis, uang kos, uang sayur, uang transportasi, tugas, proposal, skripsi, nilai sampai wisuda tanpa biaya.
Tujuan kami mencetak jadi lulusan terbaik karena kami dibayar dari kampus dua kali lipat lebih besar dari gaji pokok. Makanya semua urusan kuliah kami handel. Pesan Rektor, nama sudah terdaftar, tidak bisa keluar atau menolak karena sudah kami jelaskan program organisasi kami yang sangat rahasia. Jadi tugas nona hanya datang ke kampus dan ingat jangan ceritakan ke siapapun", panjang lebar ditekankan Max Leonardo ke para mahasiswi yang akan mempersiapkan diri mengikuti ujian skripsi.
Bahkan untuk meyakinkan calon korban yang menjadi targetnya, Max Leonardo membeberkan, lulusan terbaik Unimor belum lama ini karena masuk bergabung dalam 'Organisasi Rahasia Unimor'.
"Tidak ada masalah sama sekali, wisuda kemarin si Ayu jadi lulusan terbaik karena tergabung dalam 'Organisasi Rahasia Unimor'. Ada juga anak yang dulu terlambat sekali saat proposal tapi semenjak saya rekrut sekarang sudah skripsi. Ini bukan penipuan, ini organisasi resmi yang didanai langsung oleh Rektor dan Dekan", kata Max Leonardo mencatut nama Rektor dan Dekan.
Baca Juga: DPO Kasus Korupsi Pengelolaan Aset Tanah Pemda Manggarai Barat Ditangkap
Menanggapi informasi sesat diatas, Rektor Unimor Dr. Ir. Stefanus Sio, M.P menegaskan, beliau bersama pimpinan lainnya tidak pernah berafiliasi dengan grup - grup rahasia yang jenisnya seperti disebutkan melalui aplikasi mesenger.
"Sebagai Rektor di Universitas Timor bersama dengan pimpinan lainnya, kami tidak pernah berafiliasi dengan grup - grup rahasia yang jenisnya seperti itu", tegas Rektor Stefanus Sio saat diwawancarai NTTHits.com Rabu, 10 Juli 2024.
Ia justru sangat prihatin atas pernyataan dalam komunikasi via messenger yang mencatut namanya dan Dekan.
"Saya kaget, kecewa dan sangat prihatin atas pernyataan - pernyataan dalam komunikasi antara salah satu pengguna akun Facebook dengan nama Max Leonardo ke salah satu mahasiswi dengan mencatut nama saya sebagai orang yang terlibat dalam grup - grup rahasia itu", ungkap Rektor Stefanus.
Iapun menyarankan agar situasi Unimor sekarang, jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum - oknum yang tidak bertanggungjawab untuk merusak Unimor.