Padahal, protes para Eksportir, Urusan ekspor bukan ranah polisi, hanya bea cukai dan pajak.
Begitu Surat ekspor sudah keluar, keluh beberapa Eksportir, oknum anggota yang ditugaskan menahan semua kendaraan kemudian digiring ke Polres dan barang - barang dibongkar untuk diperiksa.
"Sebenarnya aturan Kepabeanan yang boleh berada dalam wilayah perbatasan hanya karantina, bea cukai dan imigrasi. Jadi kita minta bapak Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengutus tim Propam Mabes Polri mengusut tuntas pungli besar - besaran di pintu perbatasan RI - RDTL", tandas AI.
Belum lagi katanya, ada biaya gantung pintu sebesar Rp200 ribu.i
"Biaya gantung pintu itu maksudnya truk yang memuat barang tidak menutup bagian belakangnya tapi digantung karena barang banyak, dikenakan wajib bayar Rp200 ribu per truk", tambahnya menjelaskan.
Baca Juga: Selain Demokrat dan Hanura, Willy Lay daftar Balon Bupati ke PDI-P Belu
Keempat, Pihak Kepolisian Resor Belu diduga telah mengambil alih tugas Kepabeanan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.
"Kendaraan masuk keluar Timor Leste wajib membayar ke anggota polisi yang ditugaskan di PLBN Motaain.
"Bayangkan, dalam sehari ada begitu banyak kendaraan yang masuk dan keluar Timor Leste. Semua wajib bayar, harganyapun bervariasi. Mulai dari Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per kendaraan", kata pengusaha lain yang enggan disebutkan namanya.
Kelima, perjudian. Belum lama ini Kapolres Richo Simanjuntak juga diberitakan menerima jatah setoran dari bandar judi yang diduga marak berlangsung di kota Perbatasan, Atambua.
Baca Juga: Pius Bria Daftar Balon Wakil Bupati Belu ke PDI-Perjuangan
Keenam, Diduga beberapa Rumah Sakit di kota Atambua wajib menyetor ke oknum anggota untuk Kapolres Belu, karena diduga telah melakukan pencemaran lingkungan melalui limbah medis.
"Itu bunyi uang bukan puluhan juta, tapi mencapai Rp300 juta", kata sumber terpercaya.
Ketujuh, Usaha perhotelan di kota Atambua.
"Ini di seluruh hotel saja dia cek. Hotel yang pakai genset di cek nota dexlite nya", kata salah satu pemilik hotel di Atambua.