NTTHits.com, Kupang - Dua anggota Satuan Brimobda Kepolisian daerah (Polda) NTT diberhentikan dengan tidak hormat PTDH, karena meninggal tugas secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut.
Kedua personel masing-masing atas nama Bripka Aloysius Laga dan Bharada Yacobus Sarmento Berek. Keduanya terbukti melanggar kode etik profesi Polri.
Kedua personel yang di PTDH tersebut, sesuai dengan Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Nomor: Kep/755/XII/2022.
Baca Juga: Dicemarkan Via Medsos, Kabid Propam Polda NTT Polisikan Akun Facebook Hendrikus
Bripka Aloysius Laga merupakan anggota Pleton V Kompi 1 Yon B Pelopor yang mana melanggar Pasal 14 Ayat (1) Huruf A PP RI Nomor 1 Tahun 2003 dan/atau pasal 13 ayat (1) huruf g perkap nomor 14 Tahun 2011.
Sedangkan Bharada Yacobus Sarmento Berek merupakan anggota Pleton I Kompi II Yon A Pelopor, ia
melanggar pasal 14 ayat (1) huruf a PP RI Nomor 1 Tahun 2003 dan/atau pasal 21 ayat (3) e Perkap Nomor 14 Tahun 2011.
Upacara PTDH dua anggota Brimob Polda NTT itu dipimpin Dansatbrimob Polda NTT Kombes Ferry Raimond Ukoli, Jumat, 13 Januari 2023.
Dalam upacara tersebut keduanya tidak hadir, sehingga dilakukan secara simbolis dengan menggunakan foto keduanya.
Baca Juga: Ada Seratus Pengaduan Masyarakat Terkait Kinerja Polda NTT Selama 2022
Dansatbrimob Polda NTT dalam amanatnya menyampaikan upacara PTDH terhadap kedua anggota tersebut telah melalui proses secara sah dan diputuskan melalui sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).
"Upacara PTDH untuk rekan kita, tidak semata-mata langsung jadi seperti sekarang tapi melalui proses dan pada akhirnya kedua teman kita harus di PTDH," jelasnya.
"Tentuya ada pelanggaran yang dibuat dan sekarang kita menyelenggarakan PTDH. Sekali lagi kita sedih tapi ingat ini semua semata terjadi karna adanya pelanggaran," tambahnya.
Ia pun mengajak para personel Satbrimob Polda NTT untuk mempertahankan apa yang sudah baik dengan terus disiplin menjalani tugas.
"Mari kita pertahankan apa yang sudah baik, tentunya ini menjadi evaluasi bagi kita komandan para danyon, danki untuk menjaga dan meminpin rekan-rekan kita, untuk tidak memilih pilihan yang salah atau merugikan diri sendiri," ajaknya.
"Ingat dulu masuk polisi susah sekali, jadi ingat kita harus hargai perjuangan yang begitu berat. Karena itu, kita sebagai keluarga besar Brimob yang ada di satuan Brimob Polda NTT semuanya harus selalu mengucapkan syukur. Jangan sia-siakan apa yang sudah Tuhan berikan bagi kita," tutupnya.***