NTTHits.com, Kupang - Kepolisian daerah (Polda) Nusa Tenggara Timuer (NTT) akan melaksanakan operasi lilin guna pengamanan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 yang akan dimulai sejak 23 Desember hingga 2 Januari 2023.
Dalam operasi ini, Polda NTT akan menerjunkan 1.904 personil, diantaranya 238 Personel Polda NTT dan 1.666 Personel Polres jajaran.
Sasaran atau target pelaksanaan Operasi Lilin Turangga Tahun 2022 yakni tempat ibadah, Central perekenomian, seperti pertokoan, supermarket, perbankan, jalan atau jalur tempat Ibadah, terminal bus, angkutan umum, pelabuhan, tempat wisata gudang kebutuhan pokok dan perkantoran.
Baca Juga: Ungkap Kasus MTN Bank NTT Rp50 Miliar, Kejati NTT dan Jambi Bekerjasama
Dalam rangka pengamanan itu, maka Polda NTT nenggelar apel pasukan operasi Lilin Turangga 2022.
Apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Lapangan Mapolda NTT ini dipimpin langsung Kapolda NTT Irjen Johni Asadoma yang ditandai dengan penyamatan pita operasi kepada perwakilan personel dari TNI Polri dan Dishub.
Dalam arahan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Kapolda NTT Irejn Johni Asadoma, mengungkapkan, kegiatan Operasi lilin yang tiap tahun digelar adalah sebagai bentuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pada jelang dan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Baca Juga: Polda NTT Siagakan 1.904 personil Amankan Perayaan Natal dan Tahun Baru
Pada Operasi Lilin yang digelar selama 11 hari sejak 23 Desember 2022 - 2 Januari 2023 personel disiapkan pada 1.845 pos pelayanan untuk mengamankan 52 ribu lebih objek.
Rekayasa lalu lintas, lanjutnya, juga akan dilaksanakan pada titik- titik yang dianggap rawan terhadap kemacetan.
lebih lanjut Jenderal Listyo juga menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa mewaspadai penyebaran covid-19 yang saat ini masih menjadi pandemi.
Selain itu, pengamanan bersifat preventif harus diutamakan terutama terkait teror-teror jelang perayaan Nataru kali ini.
“Tanamkan pada diri, apa yang kita lakukan merupakan pengabdian kepada masyarakat dan bernilai ibadah, semoga Tuhan yang maha Esa senantiasa memberikan petunjuk” ujar Jenderal Listyo dalam sambutan tertulisnya.
Kapolda NTT pun menambahkan kegiatan Natal dan Tahun Baru ini bukan hanya suatu kegiatan keagamaan tetapi, sudah menjadi suatu tradisi, menjadi budaya masyarakat Indonesia bahkan di seluruh masyarakat dunia.
"Karena itu, kita semua sebagai aparat bertanggung jawab dan merupakan bagian dari panggilan tugas kita, untuk mengamankan kegiatan Natal dan Tahun Baru ini", jelas Irjen Johni Asadoma.