hukrim

Komite Keselamatan Jurnalis Kecam Intimidasi GPK-PPP Terhadap Jurnalis Tempo di Yogyakarta

Senin, 10 April 2023 | 06:42 WIB
Penutupan patung Bunda Maria di Kulonprogo, Jogjakata. (Detik.com)

NTTHits.com, Jakarta - Intimidasi dialami jurnalis Tempo, Shinta Maharani terkait laporan berita penutupan patung Bunda Maria di rumah Doa Sasana Adhi Rasa Santo Yakobus di Padukuhan Degolan, Bumirejo, Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta.

Shinta mendapat tekanan dari pimpinan Ormas Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) yang keberatan dan protes karena mereka disebut melakukan intimidasi dan intervensi atas penutupan patung Bunda Maria di rumah Doa Sasana Adhi Rasa Santo Yakobus tersebut.

GPK DIY adalah organisasi sayap PPP Yogyakarta.

Baca Juga: Terbukti Korupsi Dana Desa Fatutasu, Bernadus Sasi Dihukum 3,6 Tahun Penjara

Laporan tersebut ditulis Shinta, setelah reportase ke rumah doa, satu hari pasca penutupan patung tersebut. Kemudian Shinta melakukan wawancara dengan penjaga rumah doa, kepala desa Bumirejo, Korlap dan pimpinan Ormas, serta berbagai pihak termasuk Kapolres Kulon Progo dan Kapolda DIY.

Shinta menulis laporan tersebut berdasarkan data, reportase, dan wawancara dengan sejumlah narasumber di lapangan. Laporan tersebut kemudian terbit di majalah Tempo berjudul "Dibalik Terpal Patung Bunda Maria". Beberapa laporan lain terbit di Tempo.co, di antaranya berjudul "Diprotes Ormas, Patung Bunda Maria ditutup Terpal saat Bulan Ramadhan".

Tekanan diterima Shinta, pada Kamis 6 April 2023. Ketua GPK DIY menelepon dan mengirim pesan kepada Shinta melalui WhatsApp. Dia menyatakan keberatan karena Ormas mereka dihubungkan dengan penutupan patung Bunda Maria.  

Baca Juga: Pemkot Kupang Optimis Turunkan Kasus Stunting Dalam Setahun, Jika Lakukan Ini

Dia juga keberatan dengan grafis Tempo yang menunjukkan data serangkaian aksi intoleransi anggota Ormas mereka, bahkan sebelum insiden penutupan patung Bunda Maria.

Shinta telah menjawab telpon dari Ketua GPK itu, dan menyampaikan jika keberatan dengan pemberitaan Tempo, silakan mengajukan hak jawab dengan berkirim surat ke redaksi Tempo atau menempuh jalur sengketa ke Dewan Pers.

Keesokan harinya, pada Jumat 7 April 2023, Shinta menerima pesan dari seseorang melalui nomor WhatsApp yang tidak dikenal. Isi pesan tersebut menyampaikan siaran pers GPK yang berjudul "GPK Ultimatum Tempo, Jangan Adu Domba Kami".

Baca Juga: Cabai Jadi Tanaman Inflasi, Pemkot Kupang Siasati Urban Farming

Beberapa jam kemudian, Ketua GPK Yogyakarta menelpon Shinta, dan menanyakan alamat kantor perwakilan Tempo di Yogyakarta.

Atas aksi teror itu, maka Komite Keselamatan Jurnalis menyatakan sikap;

Halaman:

Tags

Terkini