Menurut pengakuan pelaku, minyak tanah ini disebut - sebut akan digunakan untuk membersihkan mesin AMP dan mencuci aspal.
Meski awalnya terlihat seperti penindakan hukum yang tegas, kasus ini malah menimbulkan kontroversi besar.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa tersangka dari kasus ini telah dilepas tanpa proses hukum yang jelas, dan lebih parah lagi, barang bukti berupa 1.800 liter minyak tanah, mobil L 300 juga yang dititipkan di Polres TTU turut hilang.
Pernyataan tegas lainnya, dari Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil Cendana Wangi (Lakmas CW) NTT.
Direktur Lakmas CW NTT ini meminta dengan tegas, Kapolres TTU, AKBP. Mohammad Mukhson segera menunjukkan barang bukti BBM 1,8 ton yang dititip di Polres TTU di tahun 2022 lalu.
"Kapolres TTU harus bersuara soal ini. Pasalnya, meski kasusnya diambil alih Polda NTT tapi BBM tanpa dokumen milik pengusaha HT itu dititip di Polres TTU. Betulkan dihilangkan? Kenapa bisa sampai hilang dan proses hukumnya tidak jalan", tanya Viktor yang juga tergabung sebagai Pegiat Anti Korupsi di NTT. (*)