hukrim

Setelah Bupati TTU, Menyusul Sopir Diperiksa Terkait Laporan Hemus Taolin. Jefry : Tidak Pernah Terima Uang Rp1 Miliar dan Siap Dikonfrontir

Jumat, 5 Juli 2024 | 20:56 WIB
Pengusaha Hemus berpose dengan Kapolda NTT.

Baca Juga: Mafia BBM di NTT. Diduga, Dari 260 Ribu Ton BBM di Kota Kupang, 70 Persen Dikawal Masuk Anggota ke Perbatasan dan Timor Leste Untuk Kebutuhan Proyek

"Makanya kali lalu waktu di Polda, saya ditanya penyelidik, saya kaget sekali. Soalnya sejak tahun 2018 mulai saya dekat bapak Bupati, saya tidak pernah pergi bertemu Hemus, pergi bersama bapak juga tidak pernah", kata Jefri.

Kembali diulas Jefri, saat di Polda NTT ia duduk di samping Bupati Juandi dan penyelidik menyebut namanya BJ Oematan dan langsung dijawab nama aslinya Jefri Oematan. 

"Sesuai keterangan saksi Bois Sonbai, uang itu di serahkan ke bapak tapi bapak bilang kasi di sopir saja", kata Jefri mengulang pertanyaan penyelidik.

"Saya menjawab tidak pernah saya ke kilometer 9 sampai terima uang dalam kardus", jawab Jefri.

Baca Juga: Dilaporkan Hemus Taolin Dugaan Kasus Penipuan dan Penggelapan, Bupati TTU Penuhi Undangan Klarifikasi ke Polda NTT

Ia juga mengatakan, ditanyai penyelidik apakah sudah lama dirinya ikut dengan bapak Bupati.

"Adik sudah lama ikut dengan bapak"? tanya penyelidik. 

"Sejak dari awal sebelum sosialisasi Pilkada, saya sudah dengan bapak sekitar tahun 2017, 2018", jawab Jefri.

Pertanyaan yang ditujukan ke Jefri, katanya hanya seputar uang senilai Rp1 miliar yang dikatakan saksi dari pihak Hemus Taolin, yakni Bois bahwa uangnya dikasih ke Bupati Juandi dan Bupati Juandi menyuruh diserahkan ke Jefri.

Baca Juga: Ketua KOMPAK Indonesia Sebut Hemus Taolin, Pelapor Bupati TTU Punya Kasus Korupsi Yang Mengendap di Kejati NTT Padahal Sudah Tahap Penyidikan.

Informasi terbaru diperoleh media ini, setelah Jefri memberikan keterangan ke penyelidik, pada Selasa, 2 Juli 2024 menyusul Ny. Elfira Ogom, istri Bupati Juandi diambil keterangan dalam dugaan tindak pidana yang sama yang dilaporkan Hemus Taolin.

Sebelumnya, Bois yang diwawancarai media ini menerangkan bahwa pada suatu malam Hemus Taolin menelponnya di tanggal yang ia telah lupa. Hemus memintanya untuk mengantarkan sesuatu untuk Bupati Juandi yang tengah menunggu di kilo meter 9 arah Kupang. Iapun hanya mengikuti permintaan Hemus.

"Namanya orang minta tolong ya, saya ikut saja", kata Bois yang mengaku sama sekali tidak mengetahui barang apa yang akan diantarnya.

Penuturan Bois, saat ia tiba di sana, Bupati Juandi sudah menunggu di trotoar depan Perum DAMRI samping gedung DPRD TTU KM 9. 

Halaman:

Tags

Terkini