hukrim

Mafia BBM Besar - Besaran di NTT, Oknum Polisi Terlibat Kerjasama Dengan Pengepul di SPBU. BBM Subsidi Dibawa ke Perbatasan Bahkan Masuk Tiles

Jumat, 5 Juli 2024 | 13:43 WIB

Sebelumnya diberitakan, dari 260 Ribu Ton stok BBM di Kota Kupang per tahun, 70 Persen di kawal dan diduga di bawa masuk oleh anggota ke Wilayah Perbatasan hingga dalam Negara Timor Leste Untuk Kebutuhan Proyek.

Baca Juga: Tim Tabur Kejati NTT Berhasil Tangkap Lima DPO Kejari Kabupaten Kupang

Hasil penelusuran NTTHits.com, PLBN Napan Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) diduga adalah jalur utama yang dipakai untuk melancarkan kejahatan niaga tersebut.

Salah satu sumber terpercaya 'A', yang ditemui NTTHits.com, menyebutkan aksi penimbunan BBM Subsidi jenis solar dikoordinir oleh seorang pengusaha asal kabupaten TTU, berinisial HT.

"Jadi, perusahaan yang sedang mengerjakan  proyek APBN di perbatasan Napan saat ini sedang kejar progres. Sebentar lagi kontrak kerjanya selesai. Mereka kesulitan mendapatkan BBM dalam jumlah yang banyak, sehingga semua BBM dari beberapa kabupaten dialihkan ke sana", ungkap sumber.

Informasi akurat yang diperoleh NTTHits.com,  pengusaha asal TTU berinisial HT ini bekerja sama dengan oknum pejabat di Polda NTT bagian Krimsus.

Baca Juga: Plt. Direktur Utama Absalom Sine dan Kepala Divisi Pemasaran Kredit, Beny Pellu Jadi Tersangka Kasus Kredit Fiktif Bank NTT Senilai Rp100 Miliar

"Si pengusaha sudah jalin kerja sama dengan pihak Krimsus Polda NTT termasuk semua penyidik Tipidter. Terus terang, HT juga kerjasama dengan Kapolres TTU, AKBP Mohammad Mukhson, Kapolres TTS juga Kapolres lainnya dalam wilayah hukum Polda NTT. Dalam dugaan mafia BBM ini, Kanit Buser masing - masing Polres terlibat aktif", beber A.

Informasi ini sinkron dengan pengaduan sejumlah pengusaha di kabupaten TTU, bahwa pada musim proyek, semua pengusaha wajib membeli BBM Subsidi dari oknum anggota Buser dengan harga BBM Industri.

"Setiap musim proyek kita wajib beli BBM dari oknum polisi bernama Kadek Jarwo. Kalau tidak salah, dia menjabat sebagai Kanit Buser Polres TTU. Itu BBM Subsidi yang dia jual ke kami pengusaha dengan harga BBM Industri. Kalau ketahuan Beli BBM di SPBU, kita ditangkap", ungkap beberapa pengusaha.

Investigasi wartawan menemukan, supplay BBM dari kabupaten TTU dan TTS begitupun kabupaten lainnya tidak menyanggupi kebutuhan proyek APBN di perbatasan sehingga diduga didroping tambah dari kota Kupang.

Baca Juga: Kasus Kredit Fiktif Bank NTT, Anggota DPRD Kota Kupang Terpilih Absalom Sine Terancam 15 Tahun Bui

Hal itu diakui A.

"Ketika permintaan dari perbatasan meningkat, sementara dari kabupaten sudah tidak menyanggupi menyuplai BBM dalam jumlah yang besar, maka melalui kerjasama mereka, terjadilah penimbunan BBM di kota Kupang. BBM yang dikirim ke perbatasan, dipasok dari Kupang juga. Itu bisa terjadi karena ada kerjasama antara pengusaha dan diduga pihak Krimsus Polda NTT. Kemudian dari Krimsus kerjasama lagi dengan Kapolres - Kapolres di beberapa kabupaten. Itu Kapolres TTU dan Kanit Busernya, termasuk Kapolsek Miomaffo Timur adalah penyumbang atau penyuplai BBM ke perbatasan", beber A.

Disinilah, katanya jelas ada keterlibatan si pengusaha.

Halaman:

Tags

Terkini