hukrim

Dugaan Pemerasan Kapolres Belu Terbongkar. Uang di Transfer ke Bank BCA dan BRI Diduga Rek Anggota. Simak Sumber Uang Diduga Hasil Pemerasan AKBP Ini.

Kamis, 2 Mei 2024 | 19:12 WIB
Dugaan pemerasan Kapolres Belu, Richo Simanjuntak ke pengusaha Belu. Uang Ditransfer ke rekening Bank BCA dan BRI Diduga milik anggota kepercayaan. (Jude Lorenzo Taolin)

Dua Belas, Jika ada kunjungan Kapolda atau tim dari Mabes Polri, semua pengusaha diperas sebesar Rp5 sampai Rp10 juta.

Tigabelas, Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sejumlah pengusaha mengaku dalam menjalankan pekerjaan proyek BBM wajib dibeli melalui oknum polisi di Polres Belu.

Baca Juga: Refafi Gah Dukung Langkah Politik Frans Aba Maju Calon Gubernur NTT

"Setiap mau kerja proyek, kita beli BBM harus melalui oknum anggota polisi. Beli BBM kalau bukan dari pihak Kepolisian akan ditangkap. Ya untuk kelancaran pekerjaan kami ikuti saja", ungkap salah satu kontraktor.

Terpisah, Kapolres Richo Simanjuntak yang beberapa kali dihubungi NTTHits.com masih belum bersedia merespon upaya konfirmasi wartawan.

Semua pesan WhatsApp yang dikirimkan hanya dibaca dan tidak pernah direspon.

Sebelumnya diberitakan,  sejumlah pengusaha di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) menulis surat untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Mereka mengaku diperas Kepala Kepolisian Resor Belu Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Richo Nataldo Devallas Simanjuntak. Surat tersebut viral di media sosial.

Baca Juga: Yayasan JPM Inisiasi Workshop Kesehatan Mental Masyarakat Bagi Kader dan Nakes dari 12 Desa Dampingan di Kabupaten Kupang

Dalam salinan surat terbuka yang diperoleh NTTHits.com Jumat (29/3/2024) lalu, tertulis perihal curahan hati masyarakat Belu dan memohon pertolongan.

Surat itu ditujukan ke Presiden Joko Widodo, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur NTT, dan Bupati Belu.

"Kami terpaksa bersuara lewat surat ini dan memohon doa kepada Tuhan yang maha kuasa, karena kami tidak tahan lagi dengan semua kondisi yang telah diciptakan oleh yang kami hormati Bapak Kapolres Belu kepada kami semua pelaku usaha di Kabupaten Belu", demikian isi surat pengaduan itu.

"Kami hanya bisa berteriak, Tuhan tolong kami, di tengah himpitan kondisi ekonomi yang sangat berat, bertahan hidup dengan berutang untuk makan saja demi keluarga dan orang lain yang menjadi tanggung jawab kami," tambahnya.

Baca Juga: Perindo Berharap Kursi di DPRD Bisa Dukung Frans Aba di Pilgub NTT

Halaman:

Tags

Terkini