NTTHits.com, Atambua - Temuan jasad seorang pria di sungai Talau tepatnya di belakang Asrama Makodim 1605/Belu, Kabupaten Belu hebohkan warga yang berdomisili di bantaran sungai, Senin, 27 Februari 2023 sekira pukul 13.30 Wita.
Disaksikan media, warga sekitaran belakang kompleks Makodim Belu dan Polres Belu serta Haliulun (Fatubenao B), Kelurahan Fatubenao mendatangi lokasi sungai Talau untuk melihat temuan mayat pria tersebut.
Terlihat, mayat seorang pria memakai celana pendek warna hijau tanpa mengenakan baju. Posisi jasad korban telungkup, hanya nampak kaki hingga badan. Sementara kepala korban dalam sungai dengan kedalaman air setinggi betis orang dewasa.
Sekira pukul 14.02 Wita empat orang warga langsung mengangkat jasad korban ke pinggir sungai, mengingat arus sungai Talau semakin deras, dikarenakan hujan yang sedang melanda wilayah perbatasan Belu.
Setelah jasad korban dibaringkan di tepi sungai, sontak warga yang menyaksikannya langsung berteriak histeris lantaran mengenal jasad korban yang tak lain merupakan warga kampung Haliulun.
Nampak, beberapa warga berlarian ke perkampungan untuk menyampaikan informasi temuan jasad korban. Tangis pecah sanak keluarga yang berdatangan hanya mendapati korban telah meninggal dunia.
Baca Juga: Masuk Sekolah Pukul 05.00 Wita Jadi Budaya Baru di NTT dan Satu-satunya di Indonesia
Tak berselang lama, aparat Satreskrim dan Intelkam Polres Belu tiba di lokasi temuan jasad korban. Selanjutnya melakukan olah TKP mengambil dokumentasi.
Oleh petugas Polres dan keluarga langsung evakuasi jenasah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Mgr. Gabriel Manek Atambua.
Informasi yang diperoleh media di lokasi temuan, korban bernama Juje Santo (40) telah berkeluarga merupakan warga kampung Haliulun, RT 19, RW 01, Fatubenao B, Kecamatan Kota, Kabupaten Belu propinsi NTT.
Sebelum meninggal, korban yang berprofesi sebagai petani berpamitan ke saksi Rosalinda Soi (istri korban) dan Martinus Talo sekitar pukul 12. 00 Wita, korban untuk mencari atau mengumpulkan batu kali di sungai Talau.***