Uskup Atambua Sesalkan pesta Perjudian di Hari Minggu, Dalam Markas Yonif 744/SYB. Danrem 161 WS : Tantang Wartawan Tunjukan Bukti Bukan Fitnah

photo author
- Rabu, 12 Maret 2025 | 06:17 WIB
Danrem 161/WS Minta wartawan tunjukan bukti judi sabung ayam dalam markas Batalyon 744 / SYB (Jude Lorenzo Taolin)
Danrem 161/WS Minta wartawan tunjukan bukti judi sabung ayam dalam markas Batalyon 744 / SYB (Jude Lorenzo Taolin)

NTTHits.com, Kupang - Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku Pr sesalkan pesta judi sabung ayam dan bola guling yang terus berlangsung memasuki hari kedua yakni hari Minggu, 9 Maret 2025.

Yang Mulia Uskup Dominikus Saku mengatakan, sama sekali tidak mengetahui adanya aktifitas judi tersebut. Ia pun bertanya - tanya darimana sebenarnya program itu. Apakah merupakan bagian dari program pemerintah setempat atau Internal Institusi Polri dan TNI sehingga rutin digelar di Belu yang dijuluki sebagai kota Beriman.

Tanpa mengintervensi terlalu jauh, Ia hanya berharap, sebagai orang beriman harusnya menyadari bahwa umat Kristiani sementara memasuki masa Prapaskah begitupun umat Muslim.

Baca Juga: Event Judi Sabung Ayam di Masa Prapaskah dan Bulan Suci Ramadhan Berlangsung Ramai Dalam Markas Yonif RK 744 SYB Belu

"Ya, jadi mereka main judi sampai hari Minggu juga?. Saya hanya bisa bilang, semoga orang beriman itu masih ingat bahwa kita berada di masa Prapaskah, termasuk umat Muslim sedang memasuki  bulan suci Ramadhan", kata Uskup Dominikus, saat dimintai tanggapannya terkait pesta perjudian sabung ayam dan bola guling dalam markas Batalyon Infanteri Raider Khusus (Yonif RK) 744 / Satya Yudha Bhakti  (SYB) Sabtu, 8 Maret 2025.

Sebenarnya, lanjutnya, ajaran Katolik itu jelas bahwa perjudian dilarang.

"Masalahnya apakah mereka yang berjudi disana umat Katolik? Dalam Katolik,  pembaharuan janji baptis pada Sabtu Aleluya itukan jelas. Salah satu ajaran kita itu perjudian sangat dilarang", ungkap Uskup Dominikus.

Baca Juga: Tujuh Meja Bola Guling, Dibuka Panitia di Arena Judi Sabung Ayam Dalam Markas Yonif RK 744/ SYB Belu. Ada Nama Huruk Bulas? Diduga Milik Oknum Polisi

Ia mengaku terkait penyakit masyarakat yang satu ini, sudah lama diserukan bahkan sejak dirinya menjadi seorang Imam namun tidak pernah didengar.

"Sudah lama diserukan, tapi suara kita seperti angin saja tidak didengar", katanya.

Terpisah, Komandan Korem 161 / Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M.  yang dikonfirmasi NTTHits.com, malah meminta wartawan menunjukan bukti bentuk perjudian dalam Markas Batalyon 744 / SYB.

Baca Juga: Pesta Judi Sabung Ayam Antar Kabupaten Dalam Markas Yonif 744 / SYB di Masa Prapaskah, PASYANMILPOL Keuskupan Atambua Minta Penjelasan Danyon

Menurutnya, tanpa menunjukkan bukti perjudian bisa saja dianggap suatu fitnah karena maraknya dunia penipuan.

"Bicara yang benar, bukan fitnah - fitnah. Saya minta foto sama video judi sabung ayam karena sekarang banyak dunia penipuan. Kan gampang tinggal video call sama saya dan tunjukan muka kamu ternasuk kegiatan judi sabung ayam di sana betul ada gak",, bentak  Danrem Joao yang terhubung melalui telpon seluler.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X