NTTHits.com, Atambua - Perjudian Sabung Ayam, Bola Guling dan permainan sejenis lainnya, berlangsung pada Sabtu, 8 Maret 2025 di dalam Markas Batalyon Infanteri Raider Khusus (Yonif RK) 744 / Satya Yudha Bhakti (SYB) Dusun Tobir, Desa Wedomu, Kecamatan Tasifeto Timur, Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pantauan NTTHits.com, sejak pagi hingga siang hari, puluhan kendaraan roda empat masuk ke Markas Yonif 744. Tidak ketinggalan kendaraan roda dua. Orang tua, pemuda bahkan anak - anak ikut masuk menyaksikan ramainya perjudian yang berlangsung di dalam Markas TNI ini.
Nampak jelas semua kendaraan yang masuk , baik kendaraan roda empat dan dua, mulai dari pengendara termasuk penumpang di Sweaping di gerbang masuk Yonif 744 SYB, oleh sejumlah anggota yang sudah ditugaskan menjaga arus masuk manusia dan kendaraan. Sementara sebagian anggota menduduki Pos jaga masuk markas Batalyon.
Selain itu, semua pengunjung yang membawa handphone wajib dinonaktifkan.
"HP tidak bisa dibawa, nanti disita. Karena di dalam arena judi selalu ada beberapa anggota yang ditugaskan berpatroli untuk memastikan informasi judi tidak bocor melalui HP yang dipegang pengunjung", aku seorang pemuda.
Arena judi sabung ayam dalam markas Yonif 744 Belu ini, diketahui sudah dipersiapkan jauh - jauh hari dengan sangat baik oleh Panitia yang nota bene adalah gabungan warga sipil dan diduga melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) dari Institusi Polri dan TNI.
Dalam antrian panjang kendaraan dan penonton yang akan masuk ke markas Yonif 744 ini, sebagian penjudi terlihat berdiri menunggu giliran di Sweaping sambil menggendong ayam jagonya.
Perwakilan masyarakat sekitar Markas Yonif 744 mengaku resah dengan aktifitas perjudian yang berlangsung, namun sebagian menganggap sebagai suatu tontonan yang menghibur.
Perjudian itu juga dikritisi sekelompok masyarakat lainnya lantaran digelar di masa Prapaskah umat Katolik dan bulan Suci Ramadhan untuk umat Muslim.
Namun tak ada yang berani bersuara, pasalnya perjudian itu berlangsung dalam markas Yonif 744 dan dijaga ketat oleh anggota.
"Permainan judi sabung ayam ini berlangsung di dalam markas TNI. Bagaimana masyarakat berani protes? Mereka semua yang jaga pasti bersenjata. Padahal kita umat Katolik baru memasuki masa Prapaskah,” kata salah satu warga Belu yang meminta namanya tidak dipublish.