Kapolda NTT Respons Kritikan Publik: “Jadikan Sebagai Evaluasi dan Perbaikan”

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Senin, 3 Maret 2025 | 20:53 WIB
Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monanh Silitonga. (Dok Humas Polda NTT)
Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monanh Silitonga. (Dok Humas Polda NTT)

NTTHits.com, Kupang – Maraknya tagar kritikan terhadap Polri di media sosial belakangan ini menjadi perhatian serius Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga. Dalam apel pagi di Mapolda NTT, ia menegaskan bahwa suara publik harus dijadikan bahan introspeksi bagi seluruh anggota kepolisian, bukan dianggap sebagai serangan.

Beberapa tagar viral seperti #noviralnojustice, #percumalaporpolisi, dan #satuharisatuorangkorbanpolisi mencerminkan ketidakpuasan masyarakat. Bahkan, muncul tagar baru seperti #bayarbayarbayar—dipopulerkan oleh grup musik Sukatani—serta #kaburajadulu dan #Indonesiagelap. Menurut Kapolda, ini adalah bentuk kritik terhadap segelintir oknum yang mencoreng institusi Polri.

Baca Juga: Polda NTT Berhasil Selamatkan Korban TPPO Asal NTT di Jawa Barat

Kritik Adalah Tanda Kepedulian, Bukan Kebencian

Kapolda Daniel mengakui bahwa mayoritas anggota kepolisian telah bekerja dengan baik, namun kesalahan segelintir oknum dapat menutupi pencapaian positif yang telah diraih.

"Saya melihat kalian bekerja luar biasa, bahkan melebihi panggilan tugas. Tapi kesalahan satu anggota bisa menghapus kepercayaan yang telah dibangun oleh ribuan polisi lainnya," ujarnya.

Ia menekankan bahwa kritik publik adalah tanda kepedulian, bukan sekadar hujatan. Justru, jika masyarakat berhenti mengkritik, itu bisa menjadi indikasi bahwa mereka sudah tidak peduli lagi terhadap Polri.

Baca Juga: Polda NTT Gelar Perkara Illegal Logging Sonokeling. Dua Oknum Anggota Polres TTU Yang Terlibat Hanya Disanksi Mutasi Demosi

Polisi Harus Seperti Pohon: Menyerap Kritik, Menghasilkan Kebaikan

Dalam arahannya, Kapolda menggunakan analogi pohon untuk menggambarkan peran Polri.

"Seorang polisi harus mampu menyerap kritik dan keluhan masyarakat, lalu mengolahnya menjadi kebaikan. Seperti pohon yang menyerap polusi dan mengeluarkan udara segar, kita juga harus menerima kritik dengan lapang dada dan menjadikannya bahan perbaikan," tegasnya.

Ia meminta seluruh jajarannya untuk tidak bersikap defensif terhadap kritik, melainkan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Polda NTT Diminta Transparan Dalam Penanganan Kasus Illegal Logging Yang Libatkan Dua Oknum Anggota Polres TTU

Harapan Akan Tagar Positif

Kapolda Daniel berharap di masa depan, Polri bisa mendapatkan apresiasi dari masyarakat, bukan hanya kritikan.

"Kita ingin melihat tagar seperti #PolriIdolaku, #PolisiKebanggaanku, dan #AkuInginSepertiPolisi. Tapi itu tidak bisa dibeli, tidak bisa dipaksakan. Itu hanya bisa diperoleh dengan kerja keras, kejujuran, dan dedikasi kita kepada masyarakat," katanya.

Sebagai penutup, Kapolda juga menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa bagi anggota Polri dan masyarakat yang menjalankannya.

Baca Juga: Kisruh Penerbitan SKCK Cawabup Terpilih Belu Diambil Alih Polda NTT. Kasusnya Naik Tahap Penyidikan, Bripka Naries Nuwa Ditarik dari Sat Intelkam

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X