NTTHits.com, Malaka - Tiga Perwira di Kepolisian Resor (Polres) Malaka, diduga melakukan pengeroyokan terhadap dua anggota Buser.
Diduga, tiga Perwira polisi yang melakukan pengeroyokan yakni Kasat Serse Iptu Tony Abraham, Kanit Pidum Ipda Mustofa dan Kapolsek Malaka Tengah, Ipda Haris Islamy Pasya dibawah pengaruh minuman keras (alkohol).
Informasi yang berhasil dihimpun NTTHits.con, pada Selasa, 4 Februari 2025 sekira pukul 02.30 dini hari, ketiga Perwira itu mengeroyok dua anggotanya, Kanit Buser Aipda Elifas dan Briptu Hendra Nunes.
Keduanya dianiaya lantaran tidak secepatnya membalas WhatsApp tiga Perwira itu dalam urusan sebuah kasus. Namun berdasarkan keterangan kedua korban, pesan WhatsApp kemungkinan terkirim saat keduanyabsudah tertidur dan HP nonaktifkan.
Kedua anggota Buser yang dikeroyok dengan pukulan dan tendangan oleh ketiga Perwira yang diduga sedang mabuk miras tidak dibalas kedua korban dengan alasan mengetahui ketiganya adalah atasan mereka.
Akibat penganiayaan tersebut, dari foto - foto yang diterima, kedua korban mengalami beberapa luka robek di tangan dan juga kaki. Korban juga mengalami bengkak di bagian wajah. Kapolres Malaka AKBP Rudy Ledo membenarkan adanya insiden tersebut. Katanya, saat ini kasus tersebut sudah ditangani Propam Polres Malaka.
"Iya, sesuai keterangan pemeriksaan memang ada pemukulan terhadap dua anggota ini. Hasil pemeriksaan sementara aksi pemukulan tersebut akibat adanya kesalahpahaman antara Kasat Reskrim dan anggotanya dan tujuannya membina. Tetapi caranya kurang tepat karena melakukan pemukulan ,” kata AKBP Rudi Ledo 6 Februari.
Disampaikannya secara internal pihaknya akan melakukan penindakan jika memang perwiranya lalai yang tidak sepantasnya dilakukan terhadap bawahannya.
“Dia mau membina tapi caranya kurang tepat yang seharusnya membina itu disuruh push up disuruh lari atau apa seperti itu sebenarnya, bukan dengan dipukuli seperti itu ,” tegasnya lagi.
Dia juga membenarkan adanya dugaan, saat melakukan pemukulan para perwira tersebut berada di bawah pengaruh minuman keras. Namun, masih akan didalami lagi.
”Saat melakukan pemukulan, ketiga perwira itu kemungkinan dibawah pengaruh alkohol. Tapi secara internal akan saya proses,” katanya.