NTTHits.com, Kupang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta aparat pemerintah agar tidak pamer kekajayan di media sosial (Medsos).
"Jangan pamer kekayaan apalagi sampai dipajang di IG (Instagran) di media sosial. Kalau aparat birokrasi yang sangat tidak pantas," tegas Presiden Jokowi dalam pidatonya yang diunggah di twitter, Sabtu, 4 Maret 2023.
Jokowi juga menekankan agar aparat pemerintah tekankan kepada bawahannya agar tidak pamer kekuasaan.
Baca Juga: Layanan Internet Indihome Relatif Mahal Dibanding Jaringan Iconet Milik PLN Kupang
"Sekali lagi, saya ingin tekankan, supaya ditekankan kepada kita kepada bawahan kita agar jangan pamer kekuaasaan," tegas Jokowi lagi.
Menurut dia, yang berkaitan dengan aparatur sipil negara dan reformasi birokrasi. "Inti reformasi birokrasi yakni rakyat terlayani dengan baik secara efektif dan akuntabel," katanya.
Dia mengatakan dari komentar- komentar yang dibacanya, baik di lapangan maupun media sosial, karena peristiwa di Pajak dan Bea Cukai. "Saya tahu betul dan mengikuti kekecewaan masyarakat terhadap aparat kita," tegasnya.
Baca Juga: Gathering Merchant Telkomsel POIN, Ajak Pelaku UMKM Kota Kupang Melesat Dengan Digital
Dia juga mengingatkan, bukan hanya Pajak dan Bea Cukai, namun ada kepolisian dan aparat hukum lainnya.
"Hati-hati bukan hanya urusan pajak dan bea cukai. Ada kepolsian juga dan aparat hukim lainnya," tandasnya.
Terhadap reformasi birokrasi, jika seperti itu, menurut dia sangat pantas rakyat kecewa, karena pelyanannya dianggap tidak baik.
"Kemudian aparatnya perilakunya jumawa dan pamer kuasa, kemudian pamer kekayaan, hedonis," tegasnya lagi.
Baca Juga: Tanggapi Putusan PN Jakarta Pusat, SBY: Bangsa Ini Tengah Diuji
Karena itu, dia minta kepada seluruh Menteri dan kepala lembaga untuk mendisiplinkan aparat dibawahnya, memberitahu apa-apa yang tidak boleh dilakukan dan apa yang boleh dilakukan.