Gubernur NTT Dorong Hilirisasi Moke Aimere, Target Perputaran Uang Capai Triliunan Rupiah

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Kamis, 10 April 2025 | 21:17 WIB
Gubernur NTT saat meninjau salah satu pengrajin moke di Aimere, Ngada. (Jhon Seo)
Gubernur NTT saat meninjau salah satu pengrajin moke di Aimere, Ngada. (Jhon Seo)

NTTHits.com, Aimere  – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan moke sebagai produk unggulan lokal yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi di Aimere, Kabupaten Ngada.

Dalam kunjungannya, Gubernur menekankan bahwa pengrajin moke harus memastikan produk yang dihasilkan sehat dan memenuhi standar.

"Moke ini prime mover ekonomi Aimere. Jangan sampai gara-gara moke, orang ribut di jalan karena kualitas yang tidak baik. Kita harus pastikan standar moke tetap terjaga," ujar Melki.

Baca Juga: Kunjungi SMAN 1 Bajawa, Gubernur NTT: Sekolah Harus Siapkan Siswa Bekerja ke Luar Negeri dan Cegah Human Trafficking

Ia menyebutkan, setelah masuknya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kualitas moke Aimere meningkat signifikan. "Dulu moke kita masih sangat tradisional. Setelah BPOM hadir, kualitasnya naik.

Kalau sebelumnya perputaran uang sekitar Rp1 miliar per hari, sekarang bisa mencapai Rp2 miliar. Itu berarti Rp60–90 miliar per bulan, bahkan berpotensi mencapai Rp720 miliar hingga Rp1,8 triliun setahun di Ngada," tambahnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemkab Ngada menyiapkan dana Rp500 juta untuk mendukung hilirisasi moke melalui uji coba produk yang memenuhi standar BPOM. Jika berhasil, Aimere akan dikembangkan sebagai kawasan industri moke.

Baca Juga: Berkunjung ke SMAN 1 Bajawa, Gubernur NTT Dorong Anak Muda Urus Pertanian dan Laut

Pemetaan Kelas dan Skema Bagi Hasil

Untuk memperkuat nilai ekonomi, moke akan diklasifikasi ke dalam tiga kelas: premium (Rp100–300 ribu), menengah (Rp50–100 ribu), dan kelas bawah.

"Kita harus desain sistem produksi dan distribusi agar moke bisa dijual lebih mahal. Dengan model bagi hasil yang jelas, moke bisa bermanfaat bagi semua—mulai dari kelompok pengrajin, desa hingga kabupaten," jelas Melki.

Camat Aimere: Moke Adalah Nafas Ekonomi Warga

Camat Aimere, Oskar Toka, menyatakan bahwa mayoritas warga Aimere menggantungkan hidup dari produksi moke. "Ini bukan hanya budaya, tapi sumber ekonomi utama masyarakat. Dari moke, mereka bisa menyekolahkan anak, bahkan membangun rumah," ujarnya.

Baca Juga: Pantau Pelaksanaan SPPG Ngedukelu Ngada, Gubernur NTT Minta Program MBG Tak Picu Inflasi Daerah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X