Pantau Pelaksanaan SPPG Ngedukelu Ngada, Gubernur NTT Minta Program MBG Tak Picu Inflasi Daerah

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Kamis, 10 April 2025 | 15:29 WIB
Gubernur NTT saat tinjau MBG Ngedukelu, Ngada. (Jhon Seo)
Gubernur NTT saat tinjau MBG Ngedukelu, Ngada. (Jhon Seo)

NTTHits.com, Bajawa– Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) Ngedukelu, Kabupaten Ngada.

Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan pentingnya pengaturan pasokan bahan pangan agar program ini tidak menimbulkan inflasi di daerah.

"Kita harus pastikan agar MBG ini tidak menjadi penyebab naiknya harga pangan di daerah. Untuk itu, pasokan bahan baku harus diatur dengan jalur distribusi sendiri," kata Melki, Rabu (9/4/2025).

Baca Juga: Gubernur Melki: ASN NTT Harus Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Wirausaha

Ia menambahkan bahwa program MBG merupakan salah satu terobosan penting dari Presiden terpilih Prabowo Subianto. Program ini bukan sekadar bantuan makanan, tetapi bagian dari jaring pengaman sosial yang juga menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi masyarakat dari bawah.

"Bukan Diberi Uang, Tapi Diberi Kerja dan Gizi"

Gubernur Melki memuji desain program MBG yang dinilainya sangat tepat sasaran. "Kalau dulu bantuan sosial diberikan dalam bentuk uang atau barang, sekarang masyarakat diberi kesempatan kerja untuk menyiapkan makanan bergizi, dan ini sangat berdampak luas. Uang berputar, gizi terpenuhi, dan masyarakat dapat penghasilan," ujarnya.

Ia mencontohkan bahwa di satu dapur MBG di Ngada saja, lebih dari 50 tenaga kerja dilibatkan. Selain itu, sekitar 90 orang petani dan pelaku UMKM turut mendapatkan penghasilan dari pasokan bahan pangan.

Baca Juga: Gubernur NTT Tutup Kunjungan Kerja di Sumba dengan Semangat Kolaborasi dan Aksi Nyata di Sumba Barat Daya

2035 Siswa Jadi Penerima Manfaat

Maria Yasinta Dhiu, Kepala SPPG Ngedukelu, menjelaskan bahwa sejak mulai beroperasi pada 24 Februari 2025, pihaknya telah melayani 2.035 siswa dari empat sekolah: SDI Lebijaga, SMP Negeri 2, STM, dan SLB. SLB ditambahkan sebagai penerima manfaat setelah tim melihat kebutuhan besar dari siswa berkebutuhan khusus tersebut.

"Awalnya kami hanya melayani 1.966 siswa, namun kami tambah SLB karena mereka sangat membutuhkan. Ke depan, kami targetkan bisa menjangkau hingga 3.500 siswa," jelas Maria.

Ia juga mengungkapkan tantangan utama adalah ketersediaan bahan baku seperti buah segar, yang pasokannya masih terbatas. Untuk itu, tim SPPG kerap mencari alternatif agar kebutuhan tetap terpenuhi.

Gubernur Baca Juga: Gubernur NTT Kunjungi Sumba Tengah dan Sumba Barat: Dorong Akselerasi Kesehatan, Pendidikan dan Pertanian

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X