Kunjungi SMAN 1 Bajawa, Gubernur NTT: Sekolah Harus Siapkan Siswa Bekerja ke Luar Negeri dan Cegah Human Trafficking

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Kamis, 10 April 2025 | 17:24 WIB
Gubernur NTT disambut tarian Ja'i saat berkunjung ke SMAN 1 Bajawa. (Jhon Seo)
Gubernur NTT disambut tarian Ja'i saat berkunjung ke SMAN 1 Bajawa. (Jhon Seo)

NTTHits.com, Bajawa – Dalam kunjungan kerjanya ke SMAN 1 Bajawa, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menegaskan pentingnya mempersiapkan siswa SMA dan SMK untuk menjadi tenaga kerja profesional, termasuk yang siap bekerja di luar negeri secara legal dan aman.

“SMA dan SMK bisa menjadi pintu masuk bagi anak-anak NTT untuk disiapkan menjadi pekerja migran yang terampil, mirip seperti model di Filipina. Kalau sekolah mendapat tugas ini, maka siswa akan mengikuti pendidikan tambahan satu tahun,” ujar Gubernur Melki, Kamis (10/4).

Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan program nasional yang tengah disiapkan pemerintah pusat untuk menekan angka perdagangan orang (human trafficking), sekaligus membuka peluang kerja formal yang lebih luas bagi generasi muda NTT.

Baca Juga: Berkunjung ke SMAN 1 Bajawa, Gubernur NTT Dorong Anak Muda Urus Pertanian dan Laut

Rasio Sekolah Rendah, Gubernur Usul Sekolah Satu Atap
Gubernur juga menyoroti rendahnya angka partisipasi sekolah di tingkat SMP dan SMA di NTT. “Saat ini SD sudah hampir 100 persen di semua desa. Tapi SMP baru sekitar 48 persen, dan dari SMP ke SMA hanya sekitar 25 persen. Ini berarti dari seluruh anak usia sekolah, yang kita urus di SMA itu hanya 25 persen saja,” tegasnya.

Untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur, ia mengusulkan sistem sekolah satu atap sebagai solusi. “Misalnya pagi dipakai SD, siang SMP. Tak perlu lagi bangun gedung baru. Tidak boleh ada alasan tidak sekolah hanya karena gedung,” tambahnya.

Baca Juga: Pantau Pelaksanaan SPPG Ngedukelu Ngada, Gubernur NTT Minta Program MBG Tak Picu Inflasi Daerah

Dorong Mobilitas Guru dan Beasiswa untuk Siswa Miskin
Melki juga menekankan pentingnya pemerataan guru berkualitas. Ia meminta agar guru bisa didatangkan dari luar kecamatan atau daerah untuk menutupi kekurangan tenaga pendidik di wilayah tertentu.

“Sekolah-sekolah berkualitas dikejar orang tua karena guru-gurunya bagus. Jangan dikunci guru di satu tempat. Kita harus mobilisasi guru,” ujarnya.

Terkait masalah ekonomi, ia menegaskan akan memperjuangkan beasiswa untuk anak-anak yang benar-benar miskin. “Bukan yang seolah-olah miskin, tapi yang benar-benar membutuhkan. Mental miskin harus diubah, karena banyak yang punya daya tapi malas bergerak,” katanya.

Baca Juga: Gubernur Melki: ASN NTT Harus Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Wirausaha

Sekolah Kedinasan dan Anti Rokok, Miras, Seks Bebas
Pemerintah Provinsi juga menyiapkan pendampingan khusus bagi siswa yang ingin masuk sekolah kedinasan seperti TNI, Polri, STPDN, STAN, hingga kampus-kampus terbaik di dalam dan luar negeri.

Namun, Gubernur Melki menekankan, persiapan harus dimulai sejak dini. “Tidak boleh lagi merokok, miras, dan seks bebas sejak SMA. Anak-anak NTT punya potensi, tapi tidak disiapkan dengan baik. Kita harus ubah itu mulai dari sekarang,” tandasnya.

Dengan pendekatan pendidikan yang lebih inklusif, praktis, dan berorientasi masa depan, Gubernur berharap NTT tidak hanya menjadi daerah pengirim tenaga kerja, tapi pencetak generasi muda yang siap bersaing secara global.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X