NTTHits.com, Sumba - Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menjadi titik akhir dari rangkaian kunjungan kerja Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Pulau Sumba. Dalam kunjungan yang berlangsung sejak Sabtu (5/4) hingga Senin (7/4), Gubernur telah menyambangi empat kabupaten: Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan terakhir Sumba Barat Daya.
Pendidikan Perhotelan Berbasis Nilai di Sumba Hospitality Foundation
Mengawali agendanya di SBD, Gubernur Melki Laka Lena bersama rombongan meninjau Sumba Hospitality Foundation (SHF) di Jln. Mananga Aba, Karuni. Lembaga non-profit ini memfokuskan diri pada pelatihan perhotelan bagi pemuda usia 17–23 tahun dengan pendekatan ramah lingkungan dan desain arsitektur khas Sumba berbahan bambu.
Gubernur berdialog langsung dengan para siswi yang menjadi pemandu, dan ia terkesan dengan kualitas komunikasi serta pelayanan mereka.
“Saya kagum melihat bagaimana anak-anak Sumba ini tumbuh menjadi pribadi siap pakai di dunia kerja pariwisata. Ini bukti nyata bahwa pendidikan yang tepat akan melahirkan generasi unggul,” ujarnya.
Para siswi pun menyampaikan harapan agar pemerintah mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan, termasuk perbaikan akses jalan menuju SHF. Gubernur langsung merespons dan berjanji akan menindaklanjuti bersama Bupati SBD.
Inspirasi dari Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)
Masih di hari yang sama, Gubernur mengunjungi Dapur Sehat Omba Lunda milik Yayasan Ronita Peduli Sosial di Desa Radamata. Disambut meriah oleh para ibu relawan, Gubernur meninjau dapur dan memuji tata kelola serta kebersihan yang dijalankan.
Baca Juga: Gubernur NTT Safari Kunker ke Sumba Timur, Tekankan Inovasi, Kesehatan, dan Ekonomi Berkelanjutan
“Ini dapur MBG terbaik yang pernah saya lihat di NTT. Dapur ini bisa jadi model bagi daerah lain. Kita ingin anak-anak kita tumbuh sehat, kuat, dan cerdas,” kata Melki, sembari menekankan bahwa MBG adalah program prioritas Presiden Prabowo untuk mengatasi stunting.
Rapat Pembangunan Bernapas Semangat "Pluricentris Pluriformis"
Malam harinya, Gubernur memimpin rapat koordinasi pembangunan bersama para Bupati se-Pulau Sumba di kediaman Bupati SBD. Walau dimulai pukul 22.00 Wita, semangat peserta tidak surut.
Gubernur memperkenalkan pendekatan Pluricentris Pluriformis—kolaborasi antardaerah yang menghargai keberagaman potensi lokal, agar pertumbuhan tidak terpusat tapi merata.
“Sumba harus tumbuh sebagai satu kesatuan kawasan. Potensi pariwisata, pertanian, peternakan, dan energi terbarukan di setiap kabupaten harus diangkat bersama-sama,” tegasnya.
Rakor juga dirangkai dengan penyerahan alokasi DAK dan DAU Spesifik Grant TA 2025 untuk sektor pendidikan di Sumba Tengah, Sumba Barat, dan SBD senilai total lebih dari Rp 9 miliar.