Setelah Kebakaran Dahsyat di Los Angeles, Ancaman Tanah Longsor Intai Rumah-Rumah di Palisades, Ada yang Sampai Terbelah Dua!

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Minggu, 19 Januari 2025 | 17:12 WIB
Ancaman rumah terbelah karena tanah longsor setelah kebakaran LA (instagram.com/bellahadid)
Ancaman rumah terbelah karena tanah longsor setelah kebakaran LA (instagram.com/bellahadid)

NTTHits.com, Los Angeles – Los Angeles masih dalam bayang-bayang bencana besar. Setelah kebakaran hebat yang menghancurkan lebih dari 13.000 bangunan, kawasan Pacific Palisades kini menghadapi ancaman baru: tanah longsor.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena beberapa rumah dilaporkan rusak parah, bahkan ada yang terbelah dua akibat tanah yang tak lagi stabil.

Korban Kebakaran dan Ancaman Baru di Palisades

Kebakaran yang mulai terjadi pada Selasa, 7 Januari 2025, telah menelan 27 korban jiwa dan menyebabkan 18 orang lainnya hilang. Di tengah upaya pemulihan, warga Palisades yang rumahnya selamat dari api kini justru harus menghadapi bencana lain.

Baca Juga: Edgar McGregor, Pahlawan 24 Tahun yang Selamatkan Banyak Nyawa di Kebakaran Los Angeles Berkat Prediksi Akuratnya

Salah satu cerita memilukan datang dari Stephen Edwards, seorang komposer musik. Rumahnya di Pacific Palisades, yang lolos dari amukan api, kini terbelah menjadi dua akibat tanah longsor yang terjadi hanya sepekan setelah kebakaran.

“Rasanya seperti mimpi buruk yang tidak berakhir,” kata Edwards. “Satu bencana selesai, datang lagi bencana baru.”

Kenapa Tanah Longsor Terjadi Setelah Kebakaran Besar?

Menurut Farshid Vahedifard, profesor Teknik Sipil dan Lingkungan dari Universitas Tufts, kebakaran skala besar mengubah struktur tanah secara signifikan.

Baca Juga: SoCal Edison Digugat Warga Altadena, Diduga Pemicu Kebakaran Mematikan di Los Angeles

“Vegetasi, terutama akar tanaman, berfungsi sebagai pengikat alami yang menjaga tanah tetap stabil. Ketika kebakaran menghancurkan vegetasi, tanah kehilangan kekuatannya,” jelasnya.

Selain itu, abu dari kebakaran menciptakan lapisan kedap air di permukaan tanah, membuat air sulit meresap ke dalam. Akibatnya, ketika hujan turun atau ada air dalam jumlah besar, tanah akan bergerak lebih bebas, memicu tanah longsor atau aliran puing.

Vahedifard menambahkan bahwa kondisi geologi California Selatan, dengan lereng sedimen lepas, semakin memperbesar risiko longsor. “Ini adalah wilayah yang sangat rentan terhadap longsor, terutama jika ada pemicu seperti kebakaran hutan,” ujarnya.

Baca Juga: Misteri Penyebab Kebakaran Los Angeles, Teori Petir hingga Sisa Api Tahun Baru

Air dari Pemadaman Diduga Jadi Pemicu

Uniknya, longsor di Palisades terjadi bahkan sebelum hujan turun. Adam VanGerpen, Kapten Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles, mencatat bahwa air dari proses pemadaman kemungkinan menjadi pemicu awal pergerakan tanah.

“Kita menggunakan banyak air untuk memadamkan kebakaran, dan itu mungkin mempercepat proses longsor di daerah yang tanahnya sudah tidak stabil,” kata VanGerpen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Komisi PBB Temukan Israel Lakukan Genosida di Jalur Gaza

Selasa, 16 September 2025 | 15:40 WIB
X