NTTHits.com, Jakarta - Memasuki tahun yang baru ini 2026, dunia berada di persimpangan jalan.
Kekacauan dan ketidakpastian menyelimuti kita.
Perpecahan, kekerasan, krisis iklim, dan berbagai pelanggaran sistemik terhadap hukum internasional masih terus terjadi.
Nilai-nilai yang seharusnya menyatukan kita sebagai satu keluarga umat manusia semakin tergerus.
Di berbagai belahan dunia, masyarakat bertanya: Apakah para pemimpin benar-benar mendengarkan? Apakah mereka siap untuk bertindak?
Baca Juga: Tutup Perdagangan BEI 2025, Pasar Modal Indonesia Menguat dan Berintegritas
Menutup lembaran tahun yang penuh gejolak ini, terdapat satu kenyataan yang tak terbantahkan:
Anggaran militer global telah melonjak hingga 2,7 triliun dolar AS, meningkat hampir 10 persen.
Jumlah ini tiga belas kali lebih besar daripada jumlah seluruh bantuan pembangunan dan setara dengan total Produk Domestik Bruto di Afrika.
Di saat yang sama, konflik bersenjata terus berkecamuk, mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sejak Perang Dunia II.
Di tahun yang baru ini, mari kita kembali meluruskan prioritas kita.
Baca Juga: Gubernur NTT Buka Rapat Persiapan Kontrak Sekolah Rakyat, Target Digunakan Tahun Ajaran 2026
Dunia yang lebih aman dimulai melalui investasi untuk memerangi kemiskinan, bukan peperangan. Perdamaian harus ditegakkan.
Sudah jelas bahwa dunia memiliki sumber daya yang cukup untuk meningkatkan kesejahteraan, memulihkan planet, dan menjamin masa depan yang adil dan damai.
Pada tahun 2026, saya menyerukan kepada para pemimpin di seluruh dunia: saatnya bertindak serius. Pilihlah manusia dan planet kita, bukan penderitaan.
Baca Juga: Pemprov NTT Raih Apresiasi BPH Migas 2025, Diakui Aktif Awasi BBM Subsidi Lewat Aplikasi XSTAR
Dan kepada setiap orang yang mendengar pesan ini: ambillah peran Anda.
Masa depan kita bergantung pada keberanian kolektif untuk bertindak.
Di tahun yang baru ini, marilah kita bangkit bersama:
Untuk keadilan. Untuk kemanusiaan. Untuk perdamaian.