NTTHits.com, Timor Leste - Presiden Timor Leste, Jose Ramos-Horta, menghadiri puncak peringatan ke-3 Hari Kebebasan Pers Nasional (HPN) Timor Leste sekaligus memperingati 50 tahun peristiwa Balibo Five, yang digelar pada Kamis, 16 Oktober 2025 malam.
Sebelum acara dimulai, Presiden Ramos Horta meninjau spanduk dan banner yang menampilkan foto, serta nama para jurnalis yang gugur dalam peristiwa Balibo Five, serta dokumentasi dari para jurnalis yang meliput sebelum kemerdekaan negara Timor Leste.
Dalam sambutannya, Ramos-Horta menegaskan peristiwa Balibo Five bukanlah sekadar sejarah kelam, tetapi inspirasi tentang kekuatan, keberanian, dan refleksi terhadap kebebasan jurnalistik.
"Peristiwa Balibo Five bukan sesuatu yang abstrak. Itu adalah inspirasi kekuatan dan peninggalan refleksi tentang kebebasan jurnalis,” kata Ramos Horta dalam sambutannya.
Presiden Horta juga menekankan bahwa, kebebasan pers harus terus dijaga sebagai pilar fundamental dalam sistem politik dan demokrasi. Ia menyerukan agar, insan pers terus memainkan peran kritis secara konstruktif dalam membangun negara.
"Pers harus meneruskan kritik yang konstruktif. Balibo Five mengingatkan kita pada keberanian dan integritas jurnalis,” tambahnya.
Menurut Ramos-Horta, yang pernah meraih Nobel Perdamaian ini menyebutkan perlindungan terhadap kebebasan pers menjadi tanggung jawab bersama, untuk memastikan demokrasi tetap hidup melalui informasi yang akurat dan faktual.
Baca Juga: Ekonomi NTT Tumbuh Positif di Triwulan III 2025, Inflasi Tetap Terkendali
“Kita harus melindungi kebebasan pers untuk semua jurnalis dan media, menjaga demokrasi dengan informasi yang faktual,” tegasnya.
Dalam perayaan 50 tahun Balibo Five ini Pemerintah juga memberikan penghargaan kepada para jurnalis Timor Leste. (*)