Nelangsa TPA Alak Kejar Janji Pemkot Kupang

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Kamis, 23 Januari 2025 | 11:55 WIB
Kondisi  TPA Alak Kupang (Lidia)
Kondisi TPA Alak Kupang (Lidia)

NTTHits.com, Kupang - Menempati rumah 3x6 meter berlantai tanah, berdinding bebak dan jendela yang ditutupi seng bekas seadanya, menjadi tempat tinggal Aditia, balita berusia 1,5 tahun bersama ibunya, Vince Nenogasu di RT/RW 02/01 Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Berlari tanpa alas kaki ditemani ibunya, Aditia terlihat gembira saat didatangi, 14 November 2024, raut senang dan senyum sumringah Ibunya ikut terpancar saat diberi bingkisan ala kadar.

Aditia dan ibunya Vince, merupakan warga Kelurahan Alak, wilayah dengan jumlah kepadatan penduduk sebanyak 908,47 jiwa/km² (data BPS kota Kupang tahun 2023). Mereka adalah sebagaian dari warga yang terdampak, akibat kebakaran berulang yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kecamatan Alak yang terdiri dari 12 kelurahan dengan luas wilayah 86,91 km².

Baca Juga: Sengit Hingga Akhir, Perebutan Tiket Babak Enam Besar PNM Liga Nusantara Memanas

Kembali terbakar lagi, Minggu 14 Juli 2024 pukul 13.13 wita, kebakaran TPA Alak masih menyisakan tanda tanya, mengapa dan apa sebab terjadi kebakaran, membawa trauma bagi warga sekitar, dengan kondisi timbunan sampah yang mengunung tak terurus dilahan seluas 9,4ha.

Vince mulai bercerita, kebakaran TPA Alak yang kerap berulang kali, membuat Aditia mengalami batuk, sesak napas, pilek bahkan seluruh tubuhnya gatal-gatal, menjadi koreng hingga meninggalkan bekas.

“Aditia sesak napas, batuk, pilek dan juga gatal-gatal dari pantat hingga lutut, gatal setengah mati (sangat gatal), airnya pecah dimana luka disitu, beta (saya) juga gatal-gatal, semua jari ini gatal, gonta ganti saleb tidak ada yang cocok, pakai obat kampung juga sonde (tidak) sembuh,”terang Vince.

Dengan tatapan nanar penuh harap, sambil mendekap Aditia dalam gendongannya, berujar sembari berharap, semoga TPA Alak jangan terbakar lagi, pasalnya, jika terbakar lagi, seluruh bau menyengat bercampur aduk menyeruak keluar, bahkan bau yang tak pernah dihirup sekalipun. “Semoga tidak terbakar lagi, kalau terbakar, bau yang datang campur aduk, apa yang tidak pernah dihirup, kita hirup bau harbabiruk (segala macam, sembarangan)”harap Vince.

Baca Juga: Merujuk Intisari Putusan MK Tahun 2019, Diskualifikasi Paket Sahabat Sejati Sudah di Depan Mata? Simak Uraian Hakim Konstitusi Suhartoyo

Pengakuan lain datang juga dari bocah 10 tahun, Anus Iba, siswa kelas 4 SD Negeri Alak, saat ditemui di lokasi TPA Alak, antara malu dan enggan bercerita, nampak kucel dengan kaki di penuhi koreng yang dikerubutin lalat, perlahan dari mulutnya menceritakan,  asap kebakaran di lokasi TPA, menyebabkan dirinya mengalami berbagai penyakit, dari batuk, pilek hingga mata terasa perih, namun kondisi tersebut mau tak mau harus dijalani dan tetap beraktivitas, pulang pergi ke sekolah, usai itu, bersama teman-teman sebaya tetap harus ke TPA, mengais sampah kardus dan botol, untuk dapat dijual lagi demi membeli beras untuk makan hari – hari sekeluarga.

 “Waktu TPA Alak terbakar, asap masuk rumah, kita ada sakit, pilek batuk, tapi pagi ke sekolah dan pulang sekolah tetap datang di TPA, kita sudah biasa,”tutur Anus.

***

Kisah kebakaran TPA Alak juga meninggalkan rasa cemas dan ketakutan, Nur Fauziah ibu hamil yang tinggal di pemukiman RT/RW 23/07, Kelurahan Alak, kembali mengingat saat TPA pertama kali terbakar di tahun 2022, kondisi malam hari menjadi sangat gelap ditutupi kepulan asap hitam tebal dengan jarak pandang terbatas, asap yang berbau amat menyengat perlahan menyeruak masuk menyelumuti seluruh ruangan rumah tinggal, menyisakan cerita pengalaman lara tak terdengar.

“Asap hitam dan berbau, sampai tidak bisa bernapas, kita dikepung asap, pokoknya jangan lagi, cukup sudah, ngeri, beta (saya) tidak mau lagi,”kenang Nur Fauziah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X