Gerakan Hijau Sejuk NTT, Penanaman 1 Juta Pohon Demi Masa Depan Lestari

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Rabu, 15 Januari 2025 | 07:30 WIB
Pencanangan penanaman 1 juta pohon di NTT
Pencanangan penanaman 1 juta pohon di NTT

NTTHits.com, Kupang – Dalam semangat melestarikan lingkungan dan meningkatkan ketahanan air di wilayah semi-kering Nusa Tenggara Timur (NTT), program penanaman satu juta pohon resmi dimulai pada Selasa, 14 Januari 2025.

Salah satu fokus utamanya adalah tanaman Merbau Sumba, spesies endemik NTT yang memiliki kemampuan luar biasa menyimpan air dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Sinergi Nasional untuk Pemulihan Lahan Kritis
Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan, Dyah Murtiningsih, mengungkapkan bahwa program ini merupakan langkah besar menuju rehabilitasi lahan kritis, sekaligus mendukung ketahanan pangan, energi, dan air.

Baca Juga: Sidang Pendahuluan Sengketa Pilkada Belu di MK, Kuasa Hukum Taolin Agustinus - Yulianus Tai Bere Sampaikan Dalil Pelanggaran Administrasi Vicente

“Penanaman ini bertujuan mengurangi bencana hidrometeorologi serta membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Kegiatan serentak ini dilaksanakan di 37 provinsi dan 120 titik lokasi,” jelasnya.

Dyah menambahkan, sebanyak satu juta bibit tanaman seperti Merbau, cendana, gaharu, bambu, alpukat, mangga, dan durian akan ditanam. Program ini menjadi bagian dari target rehabilitasi lahan kritis seluas 312.850 hektare pada tahun 2025.

Khusus untuk NTT, program ini tidak hanya berhenti di penanaman, tetapi juga mencakup pemeliharaan tanaman dengan teknologi hidrogel yang menjaga kelembapan tanah hingga empat bulan, disertai penyiraman dan pengawasan berkala.

Baca Juga: Sarapan Gratis ala Pramono-Rano untuk Pelajar Jakarta: Apa yang Membuatnya Istimewa?

Penanaman Perdana di Kupang
Penanaman serentak dimulai di Kupang dengan luas lahan 2,5 hektare dan melibatkan 1.000 bibit pohon, termasuk Merbau, bambu, mete, dan mahoni.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni hadir langsung bersama Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina, Dolfus Tuames.

Dolfus menegaskan, “Ini adalah tahap awal dari program penghijauan besar yang menargetkan 350 hektare di beberapa kabupaten di NTT. Setelah penanaman, kami akan melakukan pemeliharaan intensif untuk memastikan keberhasilannya.”

Komitmen Hijau dari NTT
Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, juga memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menyampaikan pentingnya gerakan hijau ini untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, kemiskinan, dan ketahanan pangan.

Baca Juga: Tom Lembong dan Kasus Impor Gula, Fakta Terbaru yang Menggemparkan Publik

“Kami telah menerbitkan Surat Edaran ‘Gerakan Hijau Sejuk Nusa Tenggara Timur Ku’ sebagai wujud komitmen kami untuk NTT yang lebih hijau, sejuk, dan sejahtera,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X