hukrim

Warga Desa Manunain B Kemukakan Alasan Tolak Mantan Kades Anselmus Uskono Maju Cakades Lagi

Minggu, 5 Maret 2023 | 21:44 WIB
Pembangunan rumah diduga menggunakan batako tidak berkualitas (Jude Lorenzo Taolin)

NTTHits.com, Kefamenanu  - Warga desa Manunain B Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menolak Yoseph Anselmus Uskono, mantan Kades Manunain B maju bertarung dalam Pilkades serentak 2023, tahun ini.

Anselmus dinilai tidak transparan dalam pengelolaan Dana Desa selama ia menjabat sejak tahun 2015 - 2021.

Berbagai program yang berjalan tidak tepat sasaran dan mubasir selama bertahun - tahun, juga dikemukakan perwakilan masyarakat desa Manunain B.

Baca Juga: Stunting NTT Masih Berada di Angka 17,7 Persen

Untuk diketahui, mantan Kades Anselmus Uskono, sudah pernah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) pada Mei 2021 lalu, terkait dugaan indikasi korupsi. Namun hingga kini belum diketahui perkembangan proses hukumnya.

"Ketertutupan mantan Kades dalam pengelolaan dana desa sepanjang ia menjabat, sudah menunjukkan adanya indikasi korupsi. Dan sudah kita laporkan ke Aparat Penegah Hukum (APH) dalam hal ini, Kejari TTU. Sementara kita menunggu hasilnya", ungkap mantan BPD, Maria Getrudis Naitio yang dikonfirmasi Sabtu, 5 Maret 2023.

Menurutnya, ada banyak  bantuan dari pemerintah desa setempat yang belum rampung.

"Beberapa unit rumah bantuan dan WC belum rampung pengerjaannya hingga tahun ini. Jadi pak Anselmus harus bisa pertanggungjawabkan semua itu dulu ", ungkap warga lainnya.

Baca Juga: BPBD Serahkan Bantuan Logistik bagi Korban Bencana di Belu

Data yang berhasil dihimpun wartawan, terdapat beberapa unit rumah bantuan dan WC masih ada yang belum rampung. Beberapa embung dengan nilai ratusan juta rupiah dan saluran air dari bibir embung menuju ke kebun warga tidak berfungsi lantaran embung kering dan tidak bermanfaat.

Salah satu rumah Bumdes yang belum rampung dikerjakan (tampak belakang) (Jude Lorenzo Taolin)

Bantuan ternak sapi juga,  Mantan desa diduga tidak membeli sapi untuk dibagikan ke masyarakat. Tetapi mantan Desa memberikan uang kepada masyarakat yang sudah memiliki sapi dengan harga yang tidak sesuai.

"Mantan desa tidak membeli sapi untuk dibagikan ke masyarakat tapi dia memberikan sejumlah uang kepada masyarakat yang sudah mempunyai sapi. Uang yang diberikan juga tidak sesuai harga satu ekor sapi. Kemudian di cap dan di klaim sebagai sapi bantuan", aku salah satu penerima uang sapi yang merasa ditipu.

Sementara sebagian sapi bantuan yang dibeli, sudah mati dan masyarakat tidak memiliki ternak.

Halaman:

Tags

Terkini