hukrim

Aktivis Soroti Oknum Polisi Terlibat Pemerkosaan Tuna Wicara Anak Bawah Umur Hingga Hamil, Homoseksual dan Illegal Logging

Jumat, 7 Maret 2025 | 09:54 WIB
Ilustrasi

Kesembilan, Bripka L yang tertangkap terlibat homoseksual dengan sesama oknum anggota polisi.

Kesepuluh, Polres Belu, Bripka AMN alias Naries terindikasi berpolitik praktis di Pilkada Belu 2024 dan sering terlibat perjudian dari tahun ke tahun dan diduga memiliki penghasilan besar dari beberapa bisnis "haram" namun tidak  pernah dikenai sanksi pidana dengan alasan hasil penyelidikan tidak membuktikan keterlibatannya meski kasusnya diambil alih Polda NTT.

Baca Juga: Gaduh, BBM Ilegal Sitaan 1,8 Ton Hilang di 'Rumah' Polisi. Kabid Humas Polda NTT : Sudah di SP3, Barang Bukti Dikembalikan. Pemilik : Saya Tidak Tahu

Adapun beberapa kasus lainnya, yakni dugaan pemerasan yang masih dalam penelusuran NTTHits.com.

Sederetan kasus tersebut telah  mencoreng dan merusak marwah dan citra Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur. 

Viktor Manbait selaku ketua LAKMAS (Lembaga Advokasi Anti Kekerasan  Terhadap Masyarakat Sipil) NTT pun, angkat bicara.

"Jika kinerja Polda  NTT tidak segera dievaluasi dan diperbaiki maka akan memunculkan lagi banyak kasus yang melibatkan oknum polisi dan membuat tingkat kepercayaan masyarakat pada polisi menurun", tandas Viktor kepada NTTHits.com, Jumat, 7 Maret 2025.

Senada, salah seorang Tokoh Masyarakat di kota Kupang, yang enggan namanya disebutkan mengharapkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberi perhatian serius dan memperbaiki kinerja agar para oknum kepolisian melalui evaluasi, pembinaan dan  pengawasan serta sanksi bagi oknum anggota yang melanggar undang - undang dan Peraturan Kepolisian.

Baca Juga: Dugaan Pemerasan Kapolres Belu Terbongkar. Uang di Transfer ke Bank BCA dan BRI Diduga Rek Anggota. Simak Sumber Uang Diduga Hasil Pemerasan AKBP Ini.

Menyusul salah satu Pengamat Sosial yang tidak ingin namanya disebutpun meminta secara tegas agar setiap anggota Polri  tidak menyalahgunakan jabatannya untuk hal - hal yang tidak bermartabat.

"Para oknum Polri harus bekerja dengan hati yang  tulus bukan bekerja untuk mencari mangsa, alias berupaya untuk memperkaya diri dengan cara  penyalagunaan jabatan. Harus selalu waspada dan berjuang demi mempertajam hati dan nurani positif nantinya akan diwujudkan  melalui pola pikir dan pola tindak yang bermartabat dan humanis", katanya.

Dalam kesempatan diskusi antara awak Media, KPK SIGAP dengan masyarakat kota Kupang seputaran kinerja beberapa oknum polisi yang mencoreng citra dan marwah Polri, masyarakat  mengharapkan agar dilakukan evaluasi  kinerja pada jajaran  Polda NTT diikuti dengan melakukan pembinaan dan perbaikan  agar  anggota Polri di  NTT dapat bekerja dengan efektif dan efisien, tersistem dan terstrukrut  demi  mengembalikan citra polisi NTT  yang mengayomi dan melindungi  masyarakat. (*)

Halaman:

Tags

Terkini