Dalam kesempatan itu, Johanis menyampaikan kekecewaannya terhadap pemberitaan yang dinilai tidak berimbang dan cenderung merugikan keluarga Naput. Ia meminta media dan masyarakat untuk tidak terburu-buru menilai tanpa memahami fakta yang sebenarnya.
“Kami hanya ingin mempertahankan hak kami. Tuduhan mafia tanah adalah penghinaan bagi keluarga kami. Kami akan terus memperjuangkan kebenaran,” tandasnya.
Keluarga Naput berharap pemerintah dan pihak berwenang dapat bersikap adil dan tidak terpengaruh oleh tekanan pihak-pihak tertentu. Mereka juga menyerukan agar proses hukum dijalankan dengan transparan untuk memastikan keadilan bagi semua pihak.
Baca Juga: Sengketa Tanah Labuan Bajo, PT Kupang Kabulkan Permohonan Sidang Tambahan Santosa Kadiman
Labuan Bajo: Di Balik Pesona Wisata, Sengketa Tanah Jadi Sorotan
Sebagai salah satu destinasi wisata super premium di Indonesia, Labuan Bajo memang menarik perhatian banyak pihak. Namun, perkembangan ini juga memunculkan sengketa tanah yang kerap melibatkan warga lokal dengan investor besar. Keluarga Naput hanyalah salah satu dari banyak kisah perjuangan warga dalam mempertahankan hak mereka.
Apakah tanah Karangan dan Golo Karangan akan tetap menjadi milik keluarga Naput? Hanya waktu yang akan menjawab.***