hukrim

Mutasi Polri di Tengah Prestasi Bongkar Kejahatan Mafia BBM, Pengamat Hukum Unwira Sebut Tidak Ada Pengakuan Polda NTT Atas Keberhasilan Anggota

Rabu, 7 Agustus 2024 | 12:45 WIB
Pengamat Hukum Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Mihkael Feka, S.H, M.H

NTTHits.com, Kupang - Pengamat Hukum Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Mikhael Feka S,H. M,H sebut mutasi terhadap 14 anggota Reskrim Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kupang Kota, menunjukkan pihak Polda NTT tidak mengakui Keberhasilan anggotanya.

Mutasi di tengah prestasi 14 anggota kepolisian yang berhasil mengungkap kasus mafia BBM belum lama ini, menimbulkan berbagai spekulasi dan persepsi di kalangan publik dan internal kepolisian.

Baca Juga: Ada apa? Penyidik Polresta Kupang Kota Dinilai Langgar Kode Etik Setelah Berhasil Ungkap Dugaan Mafia BBM Yang Melibatkan Oknum Krimsus Polda NTT 

Hal itu disampaikan Mikhael Feka, saat dimintai pendapat hukumya, terkait Mutasi di tengah prestasi 14 anggota Polresta Kupang Kota usai mengungkap kejahatan mafia BBM yang diduga melibatkan oknum anggota Krimsus Polda NTT.

"Penting bagi Kapolda NTT, Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga menjelaskan secara transparan mengenai alasan mutasi ke - 14 anggota serta perlu ada pengakuan terhadap keberhasilan mereka", kata Mikhael Feka.

Baca Juga: 14 Anggota Polresta Kupang Kota Dimutasi, Usai Berhasil Bongkar Kasus Mafia BBM Yang Diduga Melibatkan Oknum Anggota Polda NTT 

Di satu sisi katanya, mutasi bisa dianggap sebagai bagian dari rotasi rutin dalam tubuh Polri untuk menjaga dinamika organisasi.

Namun di sisi lain, hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran mengenai adanya intervensi atau upaya untuk menekan anggota yang berhasil membongkar jaringan kejahatan yang mungkin melibatkan pihak - pihak berkepentingan.

"Sehingga sudah semestinya Institusi Kepolisian untuk memastikan bahwa mutasi tersebut dilakukan secara transparan dan didasarkan pada pertimbangan objektif, serta tidak merusak semangat dan motivasi para anggota yang telah menunjukkan prestasi dalam menegakkan hukum", katanya.

Baca Juga: Simak Nama 14 Anggota Reskrim Polresta Kupang Kota Yang Dimutasi, Setelah Berhasil Ungkap Mafia BBM Subsidi Yang Diduga Melibatkan Oknum Anggota

Lanjutnya, pengakuan terhadap keberhasilan ke - 14 anggota serta kejelasan mengenai alasan mutasi dalam mengungkap kasus akan membantu menjaga kepercayaan publik dan integritas organisasi.

"Kejelasan mutasi dan pengakuan keberhasilan anggota dalam membongkar suatu jaringan kejahatan oleh pimpinan di Polda NTT dan jajarannya, akan membantu menjaga kepercayaan publik dan integritas organisasi", pungkas Mikhael Feka. 

Baca Juga: Kosong, Habis Tak Tersisa. Seluruh Anggota Reskrim Polresta Kupang Kota Dimutasi. Berdampak Pincangnya Pelayanan Publik?

Sebelumnya diberitakan, 14 anggota Reskrim Polresta Kupang Kota dimutasi setelah berhasil mengungkap kasus Mafia BBM yang diduga melibatkan sejumlah oknum di Polda NTT dan Polresta Kupang Kota.(*)

Halaman:

Tags

Terkini