NTTHits.com, Kupang - Pengacara Fransisco Bernando Bessi menanggapi pernyataan Paul Bethan yang menduga dirinya terlibat dalam kasus pembunuhan alm Roy Bolle.
"Bicara itu pakai data, dan fakta yang mendekati kebenaran. Bukan khayalan atau mengantuk lalu kasi statement ke media. Itu berbahaya. Jika tidak bisa membuktikan apa yang dikatakan, ada konsekuensi hukum pidana, dan saya akan proses sampai kapan pun," tegas Fransisco Bessi kepada wartawan, Jumat, 15 Maret 2024.
Menurut dia, kasus ini masih berproses di PN Kupang hingga putusan nanti. Dalam putusan hakim akan termuat pertimbangan hukum ketika memutus perkara pembunuhan alm Roy Bolle.
Baca Juga: Sisco Bessi: Penggantian Ganti Rugi Tanah Piet Tallo Harusnya ke Keluarga Konay
Jika apa yang dikatakan Paul Bethan tidak ada dalam pertimbangan hukum hakim, maka apa yang disampaikan oleh Paul Bethan adalah khayalan.
"Ini hak jawab saya, karena sudah menyebutkan nama saya, sehingga saya sampaikan klarifikasi," ungkapnya.
Ia mengaku belum mengambil tindakan hukum apapun, terhadap apa yang disampaikan oleh Paul Bethan, karena proses hukum terhadap para terdakwa di Pengadilan Negeri Kupang masih berlangsung.
"Setahu saya yang disampaikan itu khayalan dia. Tidak ada fakta seperti itu. Ini bukan terkait dengan kasus hukum kematian alm Roy Bolle. Tapi secara personal antara kuasa hukum keluarga korban dan saya sebagai kuasa hukum semua terdakwa. Jadi tidak ada kaitan," katanya.
Baca Juga: UMKM Binaan Bank NTT Tawarkan Diskon Takjil Ramdhan 10 Persen
Fransisco meminta Paul Bethan untuk membuktikan pernyataannya, terkait keterlibatan dirinya dalam kasus kematian alm Roy Bolle. "Apa yang dibicarakan, bisa tidak dibuktikan?" tegasnya.
Sebelumnya, Paul Bethan seperti ditulis media ini menyebut, Fransisco Bessi diduga tahu persis peristiwa penyerangan yang menyebabkan alm Roy Bolle meninggal dunia.
"Ada pernyataan Dedy Magang bahwa dia bersama teman-teman di lokasi sudah berkomunikasi dengan Fransisco Bessi, dan Fransisco Bessi akan datang ke lokasi. Sebenarnya saudara Fransisco Bessi diduga tahu terkait jumlah massa dan tujuan mereka datang ke lokasi untuk apa," ujar Paul Bethan.***