NTTHits.com, Kefamenanu - Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi dan Keadilan, Timor Tengah Utara (Garda TTU), minta Bupati TTU, Falentinus Kebo bertanggungjawab terhadap nasib para calon mahasiswa yang sudah dikoar - koarkannya ke publik untuk kuliah gratis di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nusantara Kupang.
Ketua GARDA TTU, Paulus Modok mengatakan, sebagai pemimpin jangan hanya koar - koar buat janji dan mencelakai anak - anak yang berharap mendapat bantuan biaya kuliah.
"Sekarang bagaimana nasib mereka karena termakan janji Bupati Kebo untuk kuliah gratis ternyata tak ada hasilnya, nol besar", kata Paulus, melalui rilis tertulis yang diterima NTTHits.com, Sabtu, 20 September 2025.
Sangat memperihatinkan katanya, diperparah dengan situasi ekonomi yang sedang tidak baik - baik saja, malah banyak kegiatan tidak bermanfaat yang digelar menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah.
"Salah satunya, event olah raga terjun payung. Kasihan sekali, masyarakat sekarang lagi alami situasi ekonomi yang sangat memprihatinkan. Dan semua biaya perjalanan dinas dan lain - lain untuk pegawai negeri di daerah kena efisiensi sehingga praktis aktivitas pegawai negeri untuk bisa digerakkan dalam membantu melayani kepentingan publik dibatasi, ini malah pemerintahan TTU adakan kegiatan terjun payung yang menghabiskan anggaran ratusan juta yang secara ekonomi tidak memberi manfaat kepada masyarakat TTU. Ini contoh nyata sebuah pemerintahan yang tidak berpihak kepada kepentingan dan penderitaan rakyat TTU saat ini", tandas Paulus Modok.
Menurutnya, kegiatan yang tidak bermanfaat itu tidak tercantum dalam APBD induk sebelum Perubahan.
"Pinjam uang untuk event terjun payung ratusan juta rupiah, Kacau sekali pemerintahan TTU yang sekarang ini. Dalam APBD induk sebelum Perubahan tidak ada kegiatan terjun payung dan tidak ada anggaran terjun payung. Dan di perubahan mau masuk Pos mana, sementara Pemda sudah pinjam ratusan juta rupiah untuk kegiatan yangbtidak bermanfaat bagi masyarakat", sorot Paulus. (*)