GARDA TTU Minta Bupati Tanggung Jawab Soal Koar - Koar Janji Kuliah Gratis Calon Mahasiswa STIKES Nusantara Asal TTU

photo author
- Minggu, 21 September 2025 | 09:37 WIB
Ketua GARDA TTU Soroti "janji palsu" Bupati Kebo soal Kuliah gratis calon mahasiswa STIKES asal TTU (Jude Lorenzo Taolin)
Ketua GARDA TTU Soroti "janji palsu" Bupati Kebo soal Kuliah gratis calon mahasiswa STIKES asal TTU (Jude Lorenzo Taolin)

NTTHits.com, Kefamenanu - Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi dan Keadilan, Timor Tengah Utara (Garda TTU), minta Bupati TTU, Falentinus Kebo bertanggungjawab terhadap nasib para  calon mahasiswa yang sudah dikoar - koarkannya ke publik untuk kuliah gratis di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nusantara Kupang.

Ketua GARDA TTU, Paulus Modok mengatakan, sebagai pemimpin jangan hanya koar - koar buat janji dan mencelakai anak - anak yang berharap mendapat bantuan biaya kuliah.

"Sekarang bagaimana nasib mereka karena termakan janji Bupati Kebo untuk kuliah gratis ternyata tak ada hasilnya, nol besar", kata Paulus, melalui rilis tertulis yang diterima NTTHits.com, Sabtu, 20 September 2025.

Baca Juga: PMKRI Tolak Framing Bupati TTU Kritik Lembaga Mahasiswa Sarat Muatan Politik. GERMAS : Bukan Politisasi, Justru Respon Atas Kegagalan Bupati

Sangat memperihatinkan katanya, diperparah dengan situasi ekonomi yang sedang tidak baik - baik saja, malah banyak kegiatan tidak bermanfaat yang digelar menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah.

"Salah satunya, event olah raga terjun payung. Kasihan sekali, masyarakat sekarang lagi alami situasi ekonomi yang sangat memprihatinkan. Dan semua biaya perjalanan dinas dan lain - lain untuk pegawai negeri di daerah kena efisiensi sehingga praktis aktivitas pegawai negeri untuk bisa digerakkan dalam membantu melayani kepentingan publik dibatasi, ini malah pemerintahan TTU adakan kegiatan terjun payung yang menghabiskan anggaran ratusan juta yang secara ekonomi tidak memberi manfaat kepada masyarakat TTU. Ini contoh nyata sebuah pemerintahan yang tidak berpihak kepada kepentingan dan penderitaan rakyat TTU saat ini", tandas Paulus Modok.

Baca Juga: Setelah GARDA TTU, GMNI Cabang Kefamenanu Menyusul Desak Komisi I DPRD TTU Gelar RDP dengan Pemerintah Persoalan PPPK

Menurutnya, kegiatan yang tidak bermanfaat itu tidak tercantum dalam APBD induk sebelum Perubahan.

"Pinjam uang untuk event terjun payung ratusan juta rupiah, Kacau sekali pemerintahan TTU yang sekarang ini. Dalam APBD induk sebelum Perubahan tidak ada kegiatan terjun payung dan tidak ada anggaran terjun payung. Dan di perubahan mau masuk Pos mana, sementara Pemda sudah pinjam ratusan juta rupiah untuk kegiatan yangbtidak bermanfaat bagi masyarakat", sorot Paulus. (*)

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X