PADMA Indonesia Minta Penjabat Gubernur, Andriko Noto Susanto Beri Perhatian Serius Kasus Human Trafficking di NTT

photo author
- Selasa, 10 September 2024 | 20:27 WIB
Ketua PADMA Indonesia minta perhatian serius Penjabat Gubernur Dr.Andriko Noto Susanto terhadap kasus TPPO di NTT  (Jude Lorenzo Taolin)
Ketua PADMA Indonesia minta perhatian serius Penjabat Gubernur Dr.Andriko Noto Susanto terhadap kasus TPPO di NTT (Jude Lorenzo Taolin)

NTTHits.com, Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali berduka di tahun 2024 dengan kedatangan jenazah yang ke - 82 dari Negeri Jiran.

Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia dan Anggota Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO Provinsi NTT, Gabriel Goa mengatakan bertambahnya data jenasah asal Nagi, Flores Timur,  NTT sebagai Kado untuk PJ Gubernur NTT yang baru, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P.

Tugas Gubernur, katanya pertama dan utama di NTT bukan urus Pilkada tetapi manusia NTT yang jadi Korban Human Trafficking.

"Tugas beliau itu, bukan urus Pilkada tetapi manusia NTT yang jadi korban Human Trafficking", kata Gabriel.

Baca Juga: Dirjen Bina Bangda Ingatkan Kepala Daerah Buat Terobosan Kreatif Kendalikan Inflasi

Karena NTT lanjutnya, adalah Provinsi Darurat Human Trafficking
yang sudah dicanangkan Presiden Jokowi dan Komnas HAM RI, namun faktanya tidak ada aksi nyata darurat  untuk atasi Human Trafficking di NTT oleh Presiden Jokowi dan jajaran Pemerintah Pusat maupun Provinsi NTT.

Sungguh miris, ucap Gabriel dan sangat memprihatinkan bahwa telah terjadi pembiaran penanganan Darurat Human Trafficking di NTT oleh Negara.

Menurutnya, ini menjadi bukti nyata pelanggaran HAM dan sudah waktunya Komnas HAM tidak hanya menyatakan NTT Darurat Human Trafficking, tapi wajib awasi dan ingatkan Presiden Jokowi dan Pj Gubernur NTT yang baru  untuk,

Pertama, mengoptimalkan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO Provinsi NTT dan membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO di 22 Kabupaten / Kota di NTT.

Baca Juga: Pj Wali Kota Ingin Program Urban Farming Kembali Digalakkan di Kota Kupang

Kedua, mendesak Kapolri sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO segera mengusut tuntas perkara TPPO Mariance Kabu, Korban TPPO dan menindak tegas dan memroses hukum TPPO Pelaku dan Aktor Intelektual beserta beking - beking oknum Pejabat Polri yang terlibat dalam perkara TPPO Mariance Kabu.

Ketiga, mendesak Presiden RI Jokowi perintahkan Menteri Tenaga Kerja dan Kepala BP2MI untuk segera membangun LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap) dan BLK (Balai Latihan Kerja) Pekerja Migran Indonesia di NTT yakni di Tambolaka di Pulau Sumba, di Pulau Timor yakni Kupang dan Atambua serta di Flores yakni Flores Bagian Barat di Ngada, Flores Bagian Tengah yakni di Maumere dan di Flores Bagian Timur yakni di Lewoleba.

Jika negara serius mau atasi darurat human trafficking di NTT, katanya bukan sekedar wacana tanpa aksi nyata di NTT jika NTT masih bagian tak terpisahkan dari NKRI.

Untuk diketahui, Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, beserta istrinya, Ny. Santi Ambarwati, tiba di Bandara El Tari Kupang pada Minggu, 8 September 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X