"Ini harus menjadi perhatian serius Kapolda NTT. Oknum aparat yang terlibat harus ditindak tegas. HUT Bhayangkara ke - 78 kemarin, Polri harus semakin menata diri untuk tetap menjadi mitra masyarakat yang dapat dipercaya. Bukan sebaliknya mitra yang menyengsarakan masyarakat apalagi mendatangkan kerugian untuk negara", tegas sumber.
Informasi lain yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, salah satu pengusaha dari NTT yang sementara mengerjakan proyek jalan di wilayah perbatasan diduga ada kaitan dengan aktifitas ilegal ini.
Terkait kasus tersebut, Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol Ariasandy belum berhasil dikonfirmasi.
Pesan singkat yang dikirim melalui WhatsApp terkait penimbunan BBM dan dugaan keterkaitan oknum pengusaha dalam mafia pengadaan dan perdagangan BBM antar negara belum direspon.
Baca Juga: Tim Tabur Kejati NTT Amankan DPO Laka Lantas di Kabupaten Kupang
Diwaktu yang sama, wartawan kembali mengonfirmasi Kapolda NTT, Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A. Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M. Hum dan Ditreskrimsus Polda NTT, Kombes. Pol. Benny Hutajulu terkait dugaan keterlibatan anggota Krimsus dalam mafia BBM sesuai pengakuan para pengepul, namun juga tidak direspon.
Wartawan hanya diminta untuk mengonfirmasi langsung ke Polresta Kupang.
"Kalau nggak salah Polresta itu yang tangani. Silahkan hubungi Kapolresta Kupang", singkat Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Awi Setiyono, melalui pesan WhatsAppnya, Rabu, 3 Juli 2024. (*)