HUT Bhayangkara ke-78, Kapolda NTT Diminta Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota Dalam Mafia BBM Bersubsidi

photo author
- Senin, 1 Juli 2024 | 12:20 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

NTTHits.com, Kupang - Aktifitas diduga ilegal yakni perdagangan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi masih marak terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapolda NTT, Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A. pun diminta masyarakat untuk mengusut tuntas kasus ini.

Pasalnya, kegiatan diduga ilegal itu dinilai sangat merugikan masyarakat.

Salah satu sumber terpercaya, mengatakan pihak yang paling dirugikan dalam kegiatan ilegal itu adalah petani dan nelayan.

Baca Juga: Siswi SMP di Kabupaten Timor Tengah Utara, Diperkosa Kakeknya MK 80 Tahun Hingga Hamil

“Ulah mafia solar bersubsidi ini dapat merugikan masyarakat jika tidak segera dihentikan. Kami meminta Kepolisian setempat untuk bertindak tegas terhadap para pelaku", ungkapnya.

Sumber tersebut menjelaskan bahwa para pelaku sering mengumpulkan BBM bersubsidi dari SPBU menggunakan mobil pribadi yang telah dimodifikasi atau jerigen berukuran besar, lalu menampungnya untuk dijual ke industri dengan harga yang lebih tinggi.

Pelaku yang diketahui berinisial A dan J melakukan kegiatan ini di sekitaran Kota  Kupang.

Keuntungan dari aktivitas ini sangat besar. BBM bersubsidi jenis solar dibeli dari SPBU seharga Rp 6.750 per liter dan dijual ke industri seharga Rp 12.500 per liter, menghasilkan selisih Rp 5.500 per liter. Dengan kapasitas mobil angkutan sebesar 18 ribu liter, keuntungan per angkutan bisa mencapai Rp 99 juta. Jika dilakukan empat kali dalam sebulan, keuntungan kotor yang diperoleh mencapai Rp 1,188 miliar per bulan.

Baca Juga: Jaksa Kembalikan Berkas Penyidikan Perkara Pemerkosaan Gadis 13 Tahun ke Polisi

Ada dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam kegiatan ini, yang membuat masyarakat semakin geram.

"Ini harus menjadi perhatian serius Kapolda NTT. Oknum aparat yang terlibat harus ditindak tegas. HUT Bhayangkara ke - 78 ini, Polri harus semakin menata diri untuk tetap menjadi mitra masyarakat yang dapat dipercaya. Bukan sebaliknya mitra yang menyengsarakan masyarakat apalagi mendatangkan kerugian untuk negara", tegas sumber.

Para mafia BBM bersubsidi katanya, sangat lihai dalam menjalankan aksinya karena merasa dilindungi oleh oknum aparat penegak hukum.

Informasi yang diperoleh awak media, pengumpulan BBM bersubsidi ini ditampung di salah satu rumah kosong di Kelurahan Fatukoa dan di Kecamatan Alak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X